oleh

Tahun Politik, Pemerintah Harus Tetap Fokus Perkuat Ekonomi

Jakarta, – Tahun ini adalah tahun yang penuh tantangan, bukan hanya penuh dengan serangkaian bencana namun juga tahun politik. Setelah Pilkada serentak dilakukan pada pertengahan tahun, tahun depan juga akan melakukan pemilihan umum dan kini sudah masuk masa kampanye.

Rentetan becana  melanda indonesia, mulai dari gempa bumi di lombok, gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, hingga jatuhnya pesawat Lion Air beberapa waktu lalu. Peristiwa itu menimbulkan duka yang mendalam sekaligus menjadi tantangan pemerintah untuk segera memulihkan kondisi, termasuk pemulihan perekonomian di daerah bencana.

Disisi lain sebagai tahun politik, hiruk pikuknya menyedot perhatian publik dan kosentrasi pemerintah. Bahkan masalah ekonomi menjadi komoditi politik, di medan pertarungan dua kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Sayangnya, kondisi ini akan semakin tertekan dengan hantaman kirisis ekonomi grobal. Ekonomi indonesia kini sedang terhimpit dalam arus dan gejolak ekonomi global. Perang dagang yang ditabuh oleh Amerika Serikat, kepada sejumlah mitra dagangnya seperti China dan Eropa menimbulkan guncangan.

Belum lagi ditambah dengan kenaikan harga minyak mentah akibat konflik geopolitik dan preseden krisis ekonomi. Semua ini menjadi masalah yang memerlukan perhatian ekstra bagi pemerintah. Mengingat dampaknya sangat besar terhadap perekonomian indonesia.

Indikasinya terlihat dari pergerakan Rupiah terhadap Dolar AS di sepanjang tahun ini. Rupiah terus tertekan, terlebih setelah arus modal asing juga deras keluar. Bahkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) baru saja merilis data bahwa investasi asing pada kuartal ke tiga tahun ini merosot 20% dari kurun waktu yang sama dengan tahun lalu. Tak heran bila pertumbuhan ekonomi kemungkinan akan meleset dari asumsi pemerintah sebesar 5,4 %.

Situasi ini hampir dipastikan akan berlanjut pada tahun depan.Bank Sentral AS sudah mengirimkan sinyal akan terus menaikan suku bunga acuan karena data ekonomi AS yang solid. Pada gilirannya akan menjadi salah satu sumber ketidakpastian ekonomi global.

Mencermati faktor- faktor tersebut, Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FAA PPMI) menuntut agar pemerintah tetap fokus dan jeli dalam mengelola kebijakan ekonomi yang penuh tantangan ini.” Hiruk-pikuk kampanye dan persiapan pemilihan legislatif serta pemilihan presiden yang bakal digelar serentak tahun depan jangan sampai menyebabkan kosentrasi penguatan perekonomian dalam negri kendor,” ujar kordinator Presidium FAA PPMI Agung Sedayu, di Jakarta, Rabu (31/10).

Di tengah situasi global dan nasional tersebut. FAA PPMI juga mendorong agar pemerintah menerapkan politik anggaran yang disiplin, sehat dan sesuai dengan asas berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat.” Serta tidak menggunakan anggaran negara untuk kepentingan politik elektoral,” pungkas Agung.

Komentar

News Feed