oleh

Lagi, Polisi Amankan Liquid Berisi Ganja

PMJ- Kepolisian Polres Metro Jakarta Selatan berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba berupa, isi liquid untuk roko elektrik yang mengandung narkotika jenis ganja. Dalam pengungkapan kasus ini, ada dua pelaku diduga pengedar barang haram tersebut yang berhasil ditangkap diantaranya, AD (26) dan RM alias M (25).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, peredaran narkoba dengan modus liquid roko elecktrik ini berhasil diungkap oleh jajaran Polres Metro Jakarta Selatan berkat informasi masyarakat yang dengan cepat ditindaklanjuti untuk dilakukan penyelidikan dan penangkapan para pelakunya.

Adapun dari hasil penyelidikan itu, kata Kabid, anggota pun berhasil menangkap satu pelaku berinisial AD di daerah Kembangan, Jakarta Barat berserta, barang bukti liquid yang terisi di dalam catridge yang diduga mengandung narkotika jenis ganja (cannabis oil) untuk rokok electric.

Polres Jakarta Selatan menunjukkan barang bukti Liquid yang disitanya. (Foto : Dok PMJ)

“Barang bukti yang kita amankan dari tangannya antara lain, 21 buah botol liquid dan 1 klip plastic berwarna bening berisi 6,68 gram ganja kering,” ujar Argo, Senin (26/11/2018).

Menurut Argo, berdasarkan hasil keterangan pelaku AD kepada penyidik diketahui, barang bukti itu didapatkan dari seorang pelaku berinisial RM ALS M yang kemudian langsung dikembangkan guna dilakukan proses penangkapan terhadapnya. Hasilnya, tak lama berselang dia pun berhasil ditangkap di daerah Pluit, Jakarta Utara.

“Dari tangan pelaku RM ini, kita berhasil menemukan barang bukti berupa, Catridge yang berisi liquid narkotika jenis ganja (cannabis oil) sebanyak 54 buah berbagai merek. Dan dari pengakuan dia, aksinya untuk mengedarkan narkotika tersebut sudah berjalan dalam satu bulan terakhir ini,” jelas Argo.

Argo menambahkan, dari hasil pemeriksaan kepada pelaku RM diketahui juga, bahwa liquid-liquid berisi narkoba itu didapat atau dimilikinya dengan cara membeli dari luar negeri dengan ketentuan harga antara lain, Rp.1.6 juta (0,5 gram) perbuah dan Rp.2,1 juta (1 gram) perbuah.

Barang bukti yang telah diamankan petugas Polres Jakarta Selatan. (Foto : Dok PMJ)

“Dari harga belinya di luar negeri itu biasanya, kedua pelaku ini kembali menjual atau edarkan barang haram itu seharga, sekitar Rp.3 juta – Rp.3,5 juta/buah di Jakarta,” ungkap Argo.

Sementara untuk dapat lolos dari pemeriksaan di Bandara dan dapat masuk ke Indonesia guna diendarkan olehnya, kata Argo, dilakukan dengan cara menyembunyikan didalam kotak-kotak sepatu, atau baju-baju yang dia beli di luar negeri.

“Jadi kebetulan juga pelaku ini merupakan seorang wiraswasta yang bekerja dibidang jual beli pakaian bermerk yang biasa dia beli dari luar negeri untuk dijual lagi di Indonesia,” tandas Argo.

Kini guna mempertanggungjawabkan perbuatannya itu, para pelaku pun bakal dijerat dengan pasal 114 ayat (1) sub pasal 111 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia No 35 tahun 2009, tentang narkotika. Dan akan terancam hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 20 tahun atau seumur hidup. (Har/Gtg-03).

Komentar

News Feed