oleh

Polisi Usut Kasus Pembunuhan di Bekasi Utara

PMJ – Polsek Bekasi Utara tengah mengusut kasus tindak pidana pengeroyokan yang menyebabkan hilangnya nyawa di Jembatan Rawa Bambu, Harapan Jaya, Bekasi Utara, Kota Bekasi, pada Minggu (10/2/2019) sekitar pukul 03.00 WIB.

Korban berinisial AS (17) meninggal saat tawuran antara Jakarta Gengstart dan anak-anak Kampung Bayur. “Saksi berjanjian untuk melakukan twauran melalui Medsos Instagram. Lalu pada hari Sabtu sekitar jam 22.00 WIB, korban beserta saksi dan teman-temannya sekitaran 13 orang sedang berkumpul di acara hajatan yang mana acara tersebut adalah acara pernikahan teman tongkrongan saksi dan korban,” terang Kapolsek Bekasi Utara Kompol Dedi Nur Hadi kepada PMJNews, Senin (11/2/2019).

“Minggu dini hari pukul 02.30 WIB, saksi bersama korban dan 13 orang lainnya mendengar suara petasan yang pertama sampai kedua dari arah depan makam Bayur Medan satria, lalu menyusul suara petasan ketiga di samping PT Alexindo yang mana bunyi petasan tersebut sebagai pemberitahuan bahwa lawan dari Jakarta Gangstar sudah datang,” sambungnya.

Polisi melakukan olah TKP. (foto: PMJ)

Saksi, korban dan 13 orang lainnya keluar menghampiri suara petasan tersebut. “Lalu sekitar jam 03.00 WIB, kelompok anak-anak Kampun Bayur dengan kelompok Jakarta Gangstar berkumpul dan saling serang menyerang menggunakan senjata tajam,” ujar Kompol Dedi.

“Karena merasa kalah jumlah dan kekurangan senjata, akhirnya kelompok Kampung Bayur mundur dan melarikan diri dari TKP. Tetapi korban tertinggal sehingga ditarik dan dilakukan pembacokan secara membabi buta dan menyeret korban dari Jembatan Rawa Bambu sampai ke samping PT Sunrise oleh kelompok Jakarta Gengstar,” tambahnya.

Setelah melakukan pengeroyokan yang mengakibatkan hilangnya nyawa, seseorang pelaku kelompok Jakarta Gengstar melarikan diri. Meski sempat dibawa ke Rumah Sakit terdekat, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Hingga kini pihak Kepolisian masih menyelidiki kasus tersebut dan mencari para pelaku pengeroyokan yang menyebabkan korban jiwa. “Korban meninggal akibat luka sobek bekas tusukan di seluruh tubuh dan luka sobek di jari tangan,” pungkas Kompol Dedi. (BHR)

Komentar

News Feed