oleh

Dikendalikan Bandar Besar, Polisi Sukses Ringkus Pengedar Ribuan Ekstasi

PMJ – Polres Metro Tangerang Kota sukses mengungkap peredaran serta penyalahgunaan narkotika jenis ekstasi.

Dalam sesi jumpa pers hadir Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Abdul Karim, SIK., MSi, didampingi oleh Kasat Narkoba AKBP R Bagoes Wibisono HK, SIK, MSi., dan Kasubbag Humas Kompol Abdul Rachim.

Kapolres Tangkot membenarkan pengungkapan penyalahgunaan ekstasi tersebut. Menurut Kombes Abdul, pada Jumat (08/02/2019), anggota unit 1 mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa ada seseorang yang diduga sebagai pengedar narkotika jenis ekstasi yang akan melakukan transaksi.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Abdul Karim, SIK., MSi, beserta Jajarannya gelar jumpa pers.

Atas informasi itu, anggota unit 1 subnit 1 yang dipimpin langsung oleh Kanit Intel Sat Resnarkoba, AKP Riyanto, SH, melakukan penyelidikan dan  pemantauan selama kurang lebih seminggu di kawasan Neglasari.

“Pada saat melakukan pemantauan anggota mencurigai seseorang (sesuai informasi) dan dilakukan pembuntutan terhadap target operasi (to) dari daerah Neglasari dan berhasil diamankan di depan kantor Kecamatan Benda Jl Daan Mogot Kota Tangerang yang mengaku bernama ‘FTH’,” terang Kombes Abdul, di Lobi Polres Metro Tangkot, Senin (11/02/2019).

“Dengan dilakukan penggeledahan dan berhasil ditemukan tiga buah plastik bening klip yang di dalamnya berisikan narkotika jenis ekstasi 5.000 butir berwarna coklat muda,” jelasnya lagi.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Abdul Karim, SIK., MSi, beserta Jajarannya gelar jumpa pers.

Masih dari keterangan Kombes Abdul, kemudian dilakukan interograsi, di mana pelaku mengaku barang tersebut diperoleh dari ‘AS’ (DPO) yang saat ini masih dalam pengejaran petugas. Dari hasil pemeriksaan diduga bahwa peredaran narkotika jenis ekstasi ini dikendalikan oleh bandar besar melalui telepon.

Atas perbuatannya, tersangka melanggar Pasal 114 ayat (2)  Subsidair Pasal 112 ayat (2) Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun atau dapat diancam seumur hidup atau pidana mati. (FER).

Komentar

News Feed