oleh

Akui Menyerukan Revolusi, Permadi Tak Tahu Direkam Video

PMJ – Permadi membenarkan kalau dirinya menyerukan ‘revolusi’ yang membuat dirinya dipolisikan. Permadi mengaku bahwa seruan revolusi dikatakan dalam sebuah forum tertutup di DPR atas undangan Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

“Begini, saya ngomong di DPR selaku anggota lembaga pengkajian MPR, selaku dewan pembina Gerindra. Saya diundang Fadli Zon untuk mendampingi berbicara di depan forum rektor, pembicaraan itu bersifat terbatas dan tertutup,” jelas Permadi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (20/5/2019).

Namun pembicaraan itu terekam video dan viral di media sosial dan membuat Permadi merasa bingung bagaimana pembicaraan itu bisa tersebar (bocor) ke publik. “Karena itu saya tidak tahu kalau dibuat video, disebarluaskan mungkin untuk menjerumuskan saya, saya nggak tahu,” terangnya.

Permadi menuturkan bahwa pembicaraan itu terjadi di ruangan pimpinan DPR pada tanggal 8 Mei 2019. “Itu ada undang-undang di DPR pasal 224 yang menyatakan bahwa berbicara di ruang DPR atau pimpinan DPR itu kebal hukum, lebih-lebih saya anggota lembaga pengkajian DPR. Jadi saya tidak mau menjelaskan apakah revolusi dimaksud apa itu semua tertutup tidak perlu saya jelaskan,” jelasnya.

Permadi menuturkan bahwa video yang viral di media sosial itu berupa potongan kecil dari apa yang ia sampaikan. “Kira-kira 20-25 menit (lama pembicaraan), tetapi video itu dipotong-potong, tidak lengkap saya sudah mendengarkan semua,” ujarnya. (FJR/BHR)

Komentar

News Feed