oleh

Kemenkominfo Mencatat Ada 700 Link Hoax Saat Aksi 22 Mei

PMJ – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mencatat ada 600 hingga 700 URL (alamat digital) per hari yang digunakan untuk menyebarkan konten hoax dan negatif pada aksi 22 Mei 2019.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menuturkan bahwa URL tersebut digunakan sebagai kanal memviralkan berita hoax. “Ditemukan sampai 600-700 URL, fungsi URL tersebut sebagai kanal untuk memviralkan hoax,” kata Rudiantara saat acara halal bi halal di gedung Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2019).

Tindakan Kemenkominfo dengan membatasi akses ke media sosial mampu mengurangi penyebaran tersebut hingga setengahnya. “Kemarin saat pembatasan [akses] menurun sampai 300-an URL. Turun lagi saat lebaran kemarin, mungkin sekitar 100-an URL,” terang Rudiantara.

Rudiantara menjelaskan bahwa pembatasan akses fitur upload foto dan video pada Mei lalu di media sosial dan aplikasi berbagi merupakan hasil koordinasi dengan beberapa kementerian lain seperti Kementerian Polhukam (Politik, Hukum dan Keamanan).

Pembatasan akses tersebut merupakan keputusan terakhir setelah mempertimbangkan berbagai faktor, salah satunya peningkatan signifikan dalam penyebaran konten hoax selama aksi 22 Mei. “Kontennya menghasut masyarakat, URL yang banyak dipakai,” ujar Rudiantara.

“Keputusan bukan ada di Saya sendiri, tetapi dikoordinasikan dengan kementerian lain. Artinya kalau tidak mengancam maka tidak dibatasin. Itu bukan ditutup loh. Kalau di negara lain itu ditutup semua internetnya,” sambungnya. (BHR)

Komentar

News Feed