oleh

Pengamanan Terbaik Polisi Dalam Acara Penghargaan Kalpataru 2019 yang Dihadiri Wapres JK

PMJ – Wakil Presiden RI, HM Jusuf Kalla bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH) Siti Nurbaya hari ini menghadiri acara Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2019 di Cendrawasih Hall, Jakarta Convention Center (JCC).

Apel pengamanan rute perjalanan RI 2 tersebut telah selesai dilakukan oleh anggota Polsek Tanah Abang bersama personel Polres Jakarta Pusat diperbantukan TNI serta Paspampres.

Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Purwadi S.H., M.H, menjelaskan bahwa sekitar 218 petugas gabungan diterjunkan dalam pengamanan Wapres JK kali ini.

Bentuk pengamanan Wapres JK di JCC. (Foto: PMJ News).

Untuk diketahui, Wapres JK memberikan penghargaan kepada 10 peraih Kalpataru 2019. Dalam sambutannya, JK mengatakan ada tiga hal yang selalu menjadi perhatian dan perjuangan di dunia yaitu demokrasi, hak asasi manusia, dan lingkungan hidup.

Wapres JK pun mengapresiasi kepada 10 penerima penghargaan Kalpataru karena telah mendedikasikan hidupnya untuk menjaga lingkungan Indonesia.

Selanjutnya, Wapres JK menjelaskan pentingnya hutan bagi kelangsungan hidup manusia. Hutan, menurutnya, juga berfungsi sebagai penampung air hujan.

Bentuk pengamanan Wapres JK di JCC. (Foto: PMJ News).

Wapres JK melanjutkan, saat musim kemarau tiba, hutan memberikan mata air yang bisa dimanfaatkan manusia dan apabila musim hujan, hutan bisa menampung air sehingga tidak akan menimbulkan banjir.

Saat menyerahkan penghargaan kepada 10 penerima penghargaan Kalpataru, Wapres JK didampingi oleh Menteri KLH Siti Nurbaya.

Berikut daftar penerima penghargaan Kalpataru 2019:

A.. Kategori Perintis Lingkungan:
1. Lukas Awiman Barayap dari kabupaten Manokwari, Papua Barat
2. Sucipto dari Lumajang, Jawa Timur
3. Eliza dari Sumbawa Barat
4. Nurbit dari Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara
B. Kategori pengabdi lingkungan
1. Meilinda Suriani Harefa dari Medan, Sumut
2. Hanif Wicaksono dari Kabupaten Balangan, Kalsel
3. Baso dari Jeneponto, Sulawesi Selatan
C. Kategori penyelamat lingkungan
1. Kelompok Masyarakat Dayak Iban Menua Sungai Utik dari Kab Kapuas Hulu, Kalbar.
2. Kelompok pengelola hutan adat, Depati Kara Jayo Tuo Desa Rantau Kermas dari Meranti, Jambi
3. Kelompok Nelayan Prapat Agung Mengening Patasari, Badung, Bali. (FER). 

Komentar

News Feed