oleh

Kepala Biro SDM Kemendikbud Jelaskan Sistem Perekrutan CPNS

PMJ – Terkait penipuan perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dilakukan Herman alias Herman Bima, Kepala Biro SDM Kemendikbud Agam Bayu Suryanto mengatakan bahwa sistem yang dilakukan untuk merekrut CPNS bukan melalui perdata melainkan sitem tes melalui internet.

“Proses penerimaan CPNS atau pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja itu saat ini dilakukan dengan mekanisme yang sangat transparan. Pendaftaran lewat internet dengan sistem online dan dengan beberapa tahapan,” kata Agam kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Agam juga menyebut proses seleksi CPNS dilakukan online dan pelamar diharuskan menyerahkan persyaratan administrasi yang kemudian persyaratan itu di evaluasi secara online. Jika peserta dinyatakan lulus tes, maka peserta diperbolehkan mencetak kartu untuk tes selanjutnya dan tes itu tetap berupa tes online.

“Setelah lolos, dilakukan 2 kali tes. Tes dasar dan tes seleksi bidang kedua-keduanya dengan cara komputer tes tidak ada mekanisme LJK seperti jaman dulu. Hasilnya bisa diketahui saat peserta tes selesai melaksanakan tesnya. Begitu peserta usai melaksanakan tes hasilnya langsung keliatan di pengumuman,” jelas Agam.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menghimbau kepada masyarakat agar jangan langsung percaya dengan modus penipuan berupa perekrutan CPNS. “Jadi para karyawan honorer jangan langsung percaya iming-iming ada orang yang bisa membantu (meloloskan menjadi PNS dengan syarat membayar sejumlah uang),” ujar Kombes Argo. (FJR/BHR)

Komentar

News Feed