oleh

Listrik Murah Dari Batubara Menyebabkan Penyakit & Kerusakan Lingkungan

PMJ – Pengembangan energi bersih di Indonesia, khususnya pembangkit listrik energi baru dan terbarukan seperti panas bumi dan air membutuhkan lingkungan yang bersih dan sehat. Wakil Presiden Jusuf Kalla pun mengingatkan pentingnya memperbaiki lingkungan.

“Begitu hutan rusak, di Kamojang, uap berkurang, begitu hutan rusak di Toba, maka air kurang. Jadi, energi baru terbarukan (EBT) perbaiki lingkungan, karena otomatis harus baik (lingkungannya),” terang JK dalam 7th Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition 2019 di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

JK mengakui bahwa pembangkit listrik energi bersih lebih mahal ketimbang pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Namun harga yang murah menyebabkan masalah lain kepada masyarakat seperti kerusakan lingkungan dan penyakit.

“Memang harga lebih murah, tapi ada biaya yang harus dibayar rakyat. Rakyat sakit-sakit karena lingkungan dibanding harga energi bersih, (misalnya) dari listrik,” ungkap JK.

JK meminta PLN, Kementerian ESDM, dan asosiasi untuk duduk bersama mempercepat realisasi target bauran energi 23% sampai 2025. “2025 itu sisa 5-6 tahun lagi. Kalau 30 tahun baru 8.000 MW, ini harus 2 kali lipat dalam 6 tahun, kalau tidak dicapai melanggar UU. Ini harus cepat dilaksanakan, apalagi bangun PLTP lebih lama dari PLTU atau diesel. Pemerintah sadari ini sehingga hargai upaya ini,” pungkasnya. (BHR)

Komentar

News Feed