oleh

Bangun Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan, Pertamina Investasi 38,05 Triliun

PMJ – Sempat dikritik Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait lambatnya pembangunan energy listrik ramah lingkungan, PT Pertamina (Persero) ternyata telah menyiapkan investasi sebesar US$ 2,68 miliar atau setara Rp 38,05 triliun untuk menambah kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sebesar 440 MW sampai dengan 2026.

Investasi tersebut akan diberikan kepada anak usahanya Pertamina Geothermal Energy (PGE). Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan bentuk dukungan korporasi yang kuat untuk mengembangkan sektor panas bumi.

“Geothermal adalah salah satu area fokus Pertamina, karena dari segi ekonomi relatif stabil, tidak seperti volatilitas dalam lingkungan minyak dan gas,” tutur Dharmawan dalam gelaran Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition 2019, di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

“Ini membantu peran kami dalam memastikan keamanan energi Indonesia. Merupakan suatu keistimewaan bahwa kami memiliki kesempatan untuk memanfaatkan potensi panas bumi Indonesia yang khas,” sambungnya.

Hingga saat ini pembangkit listrik milik PGE yang telah beroperasi yakni PLTP Kamojang di Jawa Barat berkapasitas 235 MW, PLTP Lahendong di Sulawesi Utara 120 MW, PLTP Ulubelu di Lampung 220 MW, PLTP Sibayak di Sumatra Utara 12 MW, dan PLTP Karaha di Jawa Barat 30 MW.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan tiga pembangkit geotermal berkapasitas total 180 MW akan beroperasi komersial pada 2019. Tiga pembangkit geotermal tersebut yakni PLTP Muaralaboh Unit I berkapasitas 80 MW, PLTP Sorik Merapi Unit I berkapasitas 45 MW, dan PLTP Sokoria Unit I berkapasitas 5 MW.

Hingga saat ini, pemanfaatan kapasitas total terpasang energi panas bumi di Indonesia adalah sebesar 1.948,5 MW. Sementara itu pemerintah melalui Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) telah menetapkan target pengembangan Panas Bumi sebesar 7.242 MW pada tahun 2025. (BHR)

Komentar

News Feed