oleh

Ledakan Roket Ujicoba di Rusia, Sebabkan Lima Peneliti Tewas

PMJ – Ledakan roket uji coba di Nyonoksa, Arkhangelsk, Rusia, pada Kamis (08/08/2019) lalu, di mana memancarkan radiasi 16 kali lebih tinggi daripada normal.

Agensi Nuklir Rusia, Rosatom mengatakan mesin yang bertenaga nuklir sedang dalam percobaan ketika terjadi ledakan.

Lima peneliti telah dilaporkan meninggal dan tiga orang lainnya yang terluka karena ledakan tersebut, di dekat desa Nyonoksa.

Hampir setelah seminggu, Layanan Federal Hidrometeorologi dan Pemantauan Lingkungan Rusia (Rosgidromet) melaporkan radiasi dari nuklir tersebut masih meluas hingga Rabu (14/08/2019) waktu setempat.

Pengetesan level radiasi gamma dilakukan di enam tempat pengujian di kota Severodvinsk, yang memiliki penduduk sekitar 180.000 orang.

Uji tersebut menghasilkan angka yang cukup tinggi, berkisar antara 4 hingga 16 kali angka normal (0,11 microsieverts per jam)

Di satu tempat pengujian, angka 1,78 microsieverts per jam terdeteksi yang merupakan jauh di atas normal, meskipun di bawah tingkat berbahaya.

Meski begitu, menurut para ahli nuklir, tingkat radiasi tersebut dapat menimbulkan penyakit minim kepada manusia.

LTetapi, ldakan pengujian nuklir tersebut memicu panik kepada para penduduk setempat, dengan beberapa yang dilaporkan telah bergegas membeli obat-obatan yodium, yang dapat membatasi efek radiasi gamma.

Dilaporkan media BBC Inggris, stok yodium di farmasi telah dilaporkan habis di kota Arkhangelsk dan Severodvinsk.

Hingga berita ini diturunkan, beberapa warga setempat ada yang telah meninggalkan tempat sekitar ledakan tersebut, namun belum jelas apakah ada perintah untuk evakuasi. (Sumber: BBC/ DEW/ FER).

Komentar

News Feed