oleh

Jokowi Minta Kemenko Polhukam dan Polri Tindak Tegas Pelaku Intoleransi

PMJ – Pemerintah menyesalkan terjadinya perusakan tempat ibadah. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar para pelaku aksi intoleransi tersebut ditindak tegas.

Kepala Negara juga sudah memerintahkan kepada Menko Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD dan Kapolri Jenderal Idham Azis untuk mengusut serta menindak tegas kelompok atau oknum masyarakat yang terbukti menganggu jalannya peribadatan.

“Tindak tegas kelompok-kelompok atau masyarakat yang mengganggu berjalannya (ibadah) sesuai dengan jaminan konstitusi yang saya tadi sampaikan. Jangan sampai intoleransi itu ada,” ungkap Jokowi, Rabu (12/2/2020).

Jokowi mengaku kecewa terhadap pemerintah daerah dalam menyelesaikan konflik horizontal ini. Menurutnya, seharusnya pemda memiliki kemampuan untuk meluruskan isu-isu intoleransi yang terjadi di tengah warganya.

“Tapi saya lihat karena tidak ada pergerakan di daerah, jadi tadi saya sudah perintahkan kepada Menkompolhukam, kepada Kapolri tegas ini harus diselesaikan. Baik yang berkaitan dengan gereja yang ada di Karimun, maupun masjid di Minahasa Utara,” tuturnya.

Presiden menegaskan, permasalahan ini perlu dirampungkan dengan baik dan segera karena bisa menimbulkan preseden buruk. Tak hanya itu, ia mewaspadai kasus intoleransi di kedua daerah bisa saja menjalar ke daerah lain bila tak diselesaikan dengan baik.

“Harus dirampungkan karena jadi preseden yang tidak baik dan bisa menjalar ke daerah lain,” tukasnya.

Komentar

News Feed