oleh

Riset, Duduk Terlalu Lama Bisa Picu Depresi di Usia Remaja

PMJ – Sekarang ini banyak orang kecanduan gadget, mereka kerap duduk berlama-lama sambil menatap layar ponselnya. Kebiasaan ini tentu bisa memberikan dampak negatif dan dapat menimbulkan masalah kesehatan.

Sebuah penelitian terbaru di Inggris menemukan remaja yang menghabiskan terlalu banyak waktu duduk mungkin memiliki risiko depresi yang lebih tinggi di kemudian hari pada masa pubertas.

Studi yang dipmpin oleh University College London ini, melihat data yang dikumpulkan dari 4.257 remaja yang telah diminta untuk memakai akselerometer, perangkat yang melacak pergerakan, selama setidaknya 10 jam sehari selama tiga hari pada usia 12,14 dan 16.

Akselerometer dapat menentukan apakah para peserta tidak bergerak atau mengambil bagian dalam aktivitas ringan seperti berjalan atau hobi, seperti memainkan instrumen, melukis atau aktivitas sedang hingga fisik (berlari atau bersepeda).

Gejala depresi, yang meliputi suasana hati yang rendah, kehilangan kesenangan dan konsentrasi yang buruk, diukur dengan kuisioner klinis. Temuan ini diterbitkan dalam The Lancet Psychiatry.

Seperti yang dilansir dari Malay Mail, Sabtu (15/2/2020), temuan ini menunjukkan orang-orang muda yang tidak aktif untuk sebagian hari sepanjang masa remaja menghadapi risiko depresi yang lebih besar pada usia 18 tahun.

“Kami menemukan bukan hanya bentuk kegiatan yang lebih intens yang baik untuk kesehatan mental kita, tetapi pada tingkat apa pun aktivitas fisik yang dapat mengurangi waktu yang dihabiskan untuk duduk cenderung bermanfaat,” ungkap Aaron Kandola, mahasiswa PhD selaku ketua penulis studi.

Ditambahkan penulis senior studi, Dr Joseph Hayes bahwa banyak inisiatif mempromosikan olahraga pada orang muda. Namun, penemuannya menunjukkan aktivitas ringan juga harus mendapat perhatian lebih.

Aktivitas ringan bisa sangat berguna karena tidak memerlukan banyak usaha dan mudah untuk masuk ke dalam rutinitas harian kebanyakan anak muda. Sekolah dapat mengintegrasikan aktivitas ringan ke dalam masa siswa.

“Perubahan kecil pada lingkungan bisa membuat kita semua menjadi sedikit kurang santai,” tandas Hayes.(Hdi)

Komentar

News Feed