oleh

Ilmuwan Temukan Penawar Virus Corona, Masih Pelu Dikaji?

PMJ – Virus corona masih menjadi wabah yang mengancam dunia. Hingga kini tercatat sekitar 1.114 korban meninggal dari total 44.200 kasus di seluruh China sejak Desember 2019.

Sejak merebaknya virus tersebut, semua para ahli berlomba-lomba meneliti vaksin untuk mengobati penderita yang diakibatkan virus corona COVID-19. Baru-baru ini, Ilmuwan di China dikabarkan telah berhasil menemukan penawarnya.

Grup National China Biotec, perusahaan milik negara di bawah Departemen Kesehatan menyebut pemberian serangkaian antibodi manusia yang selamat dari COVID-19 ke lebih dari 10 pasien yang sakit kritis dapat menurunkan tingkat peradangan secara signifikan setelah 12-24 jam perawatan.

Temuan ini bermula ketika seorang petugas medis senior di China meminta orang yang telah sembuh dari Virus Corona, mendonorkan plasma darah mereka karena mengandung protein yang dapat digunakan untuk mengobati pasien yang sakit.

Para ahli pun memberikan komentar terkait hal ini. Meski pendekatan ini dinilai logis dan menjanjikan untuk merawat pasien virus corona yang sakit parah. Namun karena tingkat mortality yang rendah, dokter juga perlu mewaspadai adanya efek samping.

Sebagai gambaran, orang yang baru saja pulih dari Virus Corona masih memiliki antibodi terhadap virus tersebut yang beredar di dalam darah mereka. Di atas kertas, menyuntikkan antibodi pasien yang sembuh ke pasien yang sakit dapat membantu melawan infeksi.

Seperti dilansir laman Times, Minggu (16/2/2020), seorang profesor epidemiologi di Hong Kong University, Benjamin Cowling mengatakan metode ini mentransfer kekebalan pasien yang sudah sembuh ke pasien lain.

“Perawatan ini akan mentransfer kekebalan pasien yang pulih ke pasien yang sakit. Ini merupakan suatu pendekatan yang telah digunakan sebelumnya dalam pandemi flu,” jelas Cowling.(Hdi)

Komentar

News Feed