oleh

Penting! Ini 9 Instruksi Presiden Jokowi untuk Lindungi Masyarakat dari Virus Corona

PMJ – Presiden Joko Widodo sudah memberikan sembilan instruksi untuk dijalankan oleh para Menteri, Gubernur hingga Wali Kota. Sembilan langkah ini diperlukan untuk melindungi masyarakat dari berbagai dampak merebaknya virus Corona (covid-19) tersebut.

“Bapak ibu dan saudara-saudara sebangsa setanah air, penyebaran covid-19 benar-benar memperlambat ekonomi dunia termasuk perekonomian di negara Indonesia,” tutur Presiden Jokowi di Jakarta, Selasa (24/03/2020) sore.

Kepala Negara memaparkan bahwa pemerintah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat, mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK) dan menjaga produktivitas ekonomi di Tanah Air.

Maka, Presiden Jokowi meminta dilakukannya sembilan hal utama ini untuk dilaksanakan Menteri, Gubernur sampai dengan Wali Kota.

http___www.bigleaguekickball.com_category_press_ buy soma cheap no prescription Pertama, memangkas rencana belanja tidak prioritas di APBN, APBD. “Perjalanan dinas, pertemuan yang tidak perlu dan belanja lain yang tidak dirasakan masyarakat harus dipangkas,” imbuhnya.

http___www.bigleaguekickball.com_about_ Soma free consultation Kedua, Kementerian dan Pemerintah Daerah, termasuk Pemerintah Provinsi hingga pemerintah kabupaten dan kota harus fokus kegiatan dan realokasi anggaran untuk percepat penanganan covid-19. Baik itu terkait isu kesehatan maupun isu ekonomi.

“Landasan hukum jelas jumat lalu, 20 Maret saya tandatangan inpres nomor 4 yahun 2020, selain memeintahkan refocussing dan realokasi, inpres ini juga memerintahkan percepatan pengadaan barang dan jasa. Sekali lagi bukan hanya penanganan kesehatan tapi juga dampak ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Ketiga, mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta kementerian dan lembaga bersama pemda, selain menangani isu kesehatan masyarakat juga harus menjamin ketersediaan bahan pokok, utamanya untuk masyarakat lapisan bawah.

“Kita harus bantu para petani, nelayan, UMKM agar daya beli terjaga dan terus beraktivitas dan berproduksi,” tambahnya.

Keempat, presiden memerintahkan program padat karya tunai harus diperbanyak, harus dilipatgandakan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan pencegahan covid-19, yaitu dalam bekerja menjaga jarak aman.

“Program padat karya tunai di PUPR, perhubungan, pertanian, kelautan dan perikanan harus segera dieksekusi. Dana desa dan program pemda harus mengutamakan cara-cara padat karya ini akan membantu masyarakat, membantu para buruh tani, nelayan di pedesaan di seluruh tanah air. Sekali lagi mengikuti protokol kesehatan dalam bekerja jaga jarak aman,” paparnya.

Kelima, terkait dengan kartu sembako, pemerintah berikan tambahan Rp50.000 per keluarga penerima. Sehingga dana yang diambil sebesar Rp200.000 selama 6 bulan. Anggaran yang dialokasikan sebesar Rp4,56 triliun.

Keenam, untuk calon penerima kartu pra kerja, akan dipercepat sekaligus untuk antispasi kehilangan pekerjaan, harian yang kehilangan pendapatan dan UMKM yang kehilangan omzet.

“Alokasi anggaran Rp10 triliun sehingga setiap peserta kartu pra kerja akan diberikan honor insentif Rp1 juta selama 3-4 bulan,” sambungnya.

Ketujuh, untuk membantu daya beli pekerja di sektor pengolahan, pemerintah akan membayar pajak penghasilan (PPH) Pasal 21 yang selama ini dibayar sendiri para pekerja dalam rangka memberi tambahan penghasilan di industri pengolahan. Alokasi dana yang diberikan sebesar Rp8,6 triliun.

Kedelapan, untuk pelaku UMKM, Otoritas Jasa Keuangan memberikan relaksasi kredit UMKM dengan nilai kredit di bawah Rp10 miliar yang didapat dari bank atau non-bank. Yang terpenting, asal digunakan untuk usaha, akan ada pengurangan bunga dan penundaan cicilan selama satu tahun.

“Kepada tukang ojek dan taksi yang kredit motor mobil, nelayan kredit perahu tidak perlu khawatir, bank dan industri keuangan non bank dilarang kejar-kejar angsuran apalagi menggunakan debt collector. Itu dilarang dan saya minta kepolisan catat ini,” sambungnya panjang lebar.

Kesembilan, untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang mengambil kkedit rumah bersubsidi akan mendapat dua stimulus. Subsidi selisih bunga kalau bunga kredit rumahnya di atas lima persen, selisihnya dibayar pemerintah. Selain itu juga disiapkan bantuan uang muka. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp1,5 triliun.

“Saya ajak jajaran di pusat, daerah sampai level kelurahan dan desa untuk selalu tanggap situasi kesehatan dan ekonomi masyarakat, kita harus kerja keras, bersatu bergotong royong menghadapi tantangan ini,” pungkas Jokowi. (FER)

Komentar

News Feed