oleh

Kurang 24 Jam, Polisi Bekuk Penyebar Hoax Security Pingsan Terpapar Covid-19

PMJ – Anggota dari Kepolisian dari Polsek Tanjung Duren Polres Metro Jakarta Barat kurang dari 1 x 24 jam berhasil menangkap pelaku penyebar berita hoax ( berita bohong ) terkait seorang anggota security pingsan terpapar terkena Virus Covid-19

Dalam rekaman video yang berdurasi 1 menit 11 detik tampak seorang personel anggota security yang diketahui bernama Bagaskara (21) jatuh pingsan di pos penjagaan Rukan Sentral Latumenten Grogol Petamburan Jakarta Barat

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru didampingi Kasat Reskrim Kompol Teuku Arsya dan Kapolsek Tanjung Duren Kompol Agung menjelaskan yang mana beberapa hari yang lalu viral video personil security terkena sakit virus corona kemudian video tersebut viral hingga menyebabkan keresahan terhadap masyarakat.

Keterangan Kapolres Jakbar dan Satuan Reskrim Polsek Tanjung Duren soal penangkapan penyebar hoax. (Foto: PMJ News)

Setelah dilakukan proses penyelidikan gabungan oleh Sat Reskrim Polres Meetro Jakarta Barat bersama Reskrim Polsek Tanjung Duren di bawah pimpinan Akp Mubarok kemudian mengamankan dua orang pelaku penyebar berita hoax yaitu CL (56) dan LL (29).

Untuk diketahui, pelaku CI itu merupakan pelaku yang merekam video security yang jatuh sambil mengatakan terkena virus Corona bersama dengan LL kemudian menyebarkan ke group WhatsApp-nya dan menjadi viral.

Keterangan Kapolres Jakbar dan Satuan Reskrim Polsek Tanjung Duren soal penangkapan penyebar hoax. (Foto: PMJ News)

“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah menyebarkan sesuatu berita terkait virus Covid 19 ini sudah ada bagian yang akan memberikan penerangan terhadap masyarakat,” ujar Audie

Audie kembali menjelaskan saat ini sudah terdapat media-media mainstream yang bisa memberikan informasi kepada masyarakat sehingga sumbernya jelas

“Saya juga ingin menyampaikan untuk tidak menyebarkan berita berita di media sosial sementara kita belum tahu sumber yang jelas,” imbuhnya.

Barang bukti kejahatan yang diamankan polisi. (Foto: PMJ News)

Karena saat ini marak terjadi adanya video orang sakit yang lain seperti halnya dibilang sakit jantung kemudian di masukkin kata-kata yang bersangkutan terkena virus corona sehingga menimbulkan keresahan terhadap masyarakat oleh sebab saat ini sudah terdapat bagian bagian penerangan terhadap masyarakat berkenaan virus corona tersebut

Untuk mempertanggung jawabkan atas perbuatannya para pelaku dikenakan Pasal 28 ayat 1 junto 45 a ayat 1 UU RI No. 19 tahun 2016 perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 15 UURI No. 1 tahun 1946, dimana UU ITE ancaman hukuman 6 tahun penjara dan untuk UU RI No 1 tahun 1946 ancaman 2 tahun penjara. (FER)

Komentar

News Feed