oleh

Aksi Pengintip di Starbucks, Psikolog: Mengintip Masuk Pelecehan Seksual

PMJ – Tidak sedikit orang yang menyalahkan tindakan oknum eks karyawan Starbucks yang mengintip bagian dada pengunjung melalui CCTV. Kebanyakan menilai hal tersebut sebagai bentuk pelecahan seksual.

Menanggapi hal tersebut, seorang psikolog Ikhsan Bella Persada, M,Psi menyebut apa yang dilakukan keduanya itu adalah sebuah pelecehan seksual.

“Kalau soal mengintip ini sudah pasti masuknya ke pelecehan seksual. Ini karena korbannya tidak mengetahui itu dan tentunya tidak bersedia jika diintip seperti itu,” ungkap Ikhsan.

Ketika disinggung soal apakah seseorang yang mengintip memiliki kelainan, menurut Ikhsan, tindakan yang menjurus ke pelecehan seksual ini bukan bukan sebuah kelainan.

Ikhsan menjelaskan, mengintip bisa terjadi karena adanya kesempatan. Pelaku yang sering ngintip ini melakukan hal tersebut karena ada akses dan korbannya tidak mengetahuinya.

“Orang yang mengintip belum tentu punya kelainan seksual sebenarnya. Bisa jadi mengintipnya itu karena ada kesempatan saja,” ujarnya.

Kendati begitu, kebiasaan mengintip ini memang perlu diwaspadai. Ditakutkan akan berkembang menjadi gangguan kejiwaan yang lain. Memang awalnya tidak ada masalah kejiwaan, lama kelamaan itu bisa menyebabkan masalah lain.

“Kalau yang sampai gangguan seksual (namanya voyeurism) itu kalau si orang tersebut baru akan terangsang atau hasrat seksnya muncul saat dia mengintip orang,” tukasnya.(Hdi)

Komentar

News Feed