oleh

Menko Polhukam Minta Bea Cukai Tuntaskan Kasus Eks Bos Garuda Indonesia

PMJ – Menko Polhukam Mahfud MD mempertanyakan tindak lanjut berbagai kasus-kasus penyelundupan yang ditangani oleh Bea Cukai. Hal tersebut disampaikannya saat menerima Dirjen Bea Cukai, Heru Pambudi.

Mahfud MD mengingatkan kepada Dirjen Bea Cukai, agar semua kasus penyelundupan jangan sampai terhenti karena alasan Covid-19.

Dalam kesempatan tersebut, Mahfud secara khusus menyoroti kasus penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton yang ditengarai dilakukan oleh Mantan Dirut Garuda AA pada akhir tahun 2019 lalu.

“Kalau yang menyangkut kasus konkrit, Saya tanya bagaimana perkembangan kasus Garuda. Katanya berjalan, tapi karena ada Covid jadi agak terhambat. Saya bilang jangan terhambat karena Covid,” ungkap Mahfud MD di Kantornya, Selasa (7/7/2020).

Mahfud menegaskan, kasus penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton merupakan salah satu kasus besar yang ditengarai melibatkan sejumlah direksi Garuda.

“Kasus ini merupakan peristiwa besar, dan harus dipertanggungjawabkan kepada publik. Artinya harus transparan. Kalo kesulitan untuk mengungkap itu karena apa, kalau tidak bagaimana cara melakukannya,” tandasnya.

Selain itu, Mahfud juga meminta kepada Kejaksaan Agung untuk menyampaikan kasus ini secara transparan kepada publik. Hal tersebut dimaksudkan agar masyarakat tidak kehilangan jejak.

“Saya akan minta ke Kejaksaan Agung untuk dipercepat tapi tanpa mengabaikan protokol kesehatan. Artinya masyarakat jangan sampai kehilangan jejak. Karena sudah ada penandanya kuat kok tiba tiba hilang. Sama dengan kasus DJoko Tjandra ini,” tukasnya.(Hdi)

Komentar

News Feed