oleh

Tim Investigasi Komnas PA Temukan Pengelolaan Panti Asuhan Elim Siantar Melanggar Hak Anak

PMJ – Kepada sejumlah media dan Kepala Departemen Diakoni HKBP dan staff, Dhanang Sasongko sebagai Ketua Tim Investigasi Elim mengatakan bahwa pengelolaan Panti Asuhan Elim HKBP Siantar tidak sensitif hak anak, belum memenuhi standar perlindungan anak serta kepentingan terbaik anak (the best interest of the child).

Karena itu diperlukan evaluasi menyeluruh dalam pengelolaan Panti Asuhan Elim dan direkomendasi kepada Departemen Diakonia HKBP dan unit-unit pelayanan sosial dibawanya untuk segera membangun mekaniseme perlindungan anak yang mengedepankan kepentingan utama anak dalam pengelolaan Panti Elim di masa yang akan datang.

Hasil Temuan

Hal itu dikatakan oleh Danang Sasongko selaku Ketua Tim Investigasi Elim didampingi Sekretaris Tim Lia Latifah dan anggota tim dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumatera Utara dan LPA, Simalungun dan LPA Siantar memberikan keterangan pers setelah melakukan kunjungan ke Asrama Panti Asuhan Elim Siantar dan mendengar testimoni dari sejumlah korban kekerasan.

Lebih jauh, Dhanang Sasongko menjelaskan, “Sangat disayangkan, dari keterangan sejumlah saksi dan testimoni korban baik penghuni panti asuhan anak laki-laki dan perempuan menyampaikan keluhannya mengatakan kepada Tim Investigasi Elim bahwa dalam pengelolaan Panti Asuhan Elim, bahwa seringkali ditemukan tindakan kekerasan verbal, dan kekerasan fisik berupa meludahi wajah anak-anak laki-laki dan perempuan penghuni panti yang dilakukan pengelolah panti asuhan jika menemukan anak penghuni asrama melakukan kesalahan atau melanggar tata tertib panti menurut pengelolah.

Tindakan tersebut sudah sangat biasa dilakukan pengelolah Panti terhadap anak asuh. Selain itu, management pengelolaannya pun sangat buruk.

Lebih jauh, Dhanang Sasongko memaparkan bahwa ditemukan juga pemasangan CCTV di toilet anak yang tidak tahu fungsi dan maafaatnya. Saat dikunjungi, toilet terasa bau pesing dan menyengat serta penuh dengan tumpukan sampah pelastik.

Dijumpai pula bahwa asrama laki-laki terasa tidak sehat dan tidak tertata sesuai dengan standat kesehatan.

Disamping itu, seringkali pengelola mengeluarkan kata-kata yang merendahkan martabat anak dan asal usul orang tua dan keluarga.

Dari temuan Tim Investigasi Elim itu sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Investigasi, Komas Perlindungan Anak besok Jumat (31/07/2020) akan menggelar rapat pleno Dewan Komisioner untuk menyusun dan mengeluarkan rekomendasi untuk disampaikan kepada pimpinan HKBP.

Hasil temuan Tim Investigasi diharapkan menjadi rekomendasi perbaikan kepada semua rumah-rumah diakoni sosial anak yang dikelolah HKBP, dan jauh dari kepentingan-kepentingan kelompok yang bertujuan mengeksploitasi anak, demikian disampaikan Arist Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak selaku Penanggungjawab Tim Investigasi Elim kepada sejumlah media .

Perbaikan Management

Kehadiran Panti Asuhan Elim bagi anak-anak yatim piatu miskin dan tidak berkemampuan sangatlah dibutuhkan anak.

Oleh sebab itu dibutuhkan perbaikan management pengelolaan Panti Asuhan Elim agar mengedepankan kepentingan terbaik anak dan jauh dari kekerasan fisik, seksual dan psikis. Dan menghentikan segala dan bentuk praktek-praktek kekerasan terhadap anak tambah Arist.

Untuk tidak terjadinya kekerasan terhadap anak dan merendahkan martabat anak, seluruh pimpinan dan pengelolah Panti Asuhan Elim harus punya kepedulian dan sensitif terhadap hak anak.

Jangan dipaksakan dalam pengeloaan rumah-rumah rehabilitasi, pemulihan dan perlindungan di HKBP dikelola atau diasuh oleh orang-orang yang tidak punya perfektif dan sensitif terhadap hak anak.

Jauhkan dari kepentingan kelompok untuk mengambil keuntungan (eksploitasi) dari keberadaan anak yatim piatu miskin dan yang tidak mempunya kemampuan.

Untuk memastikan perubahan managamen baru dalam pengelolaan Panti Elim yang mengedepankan kepentingan terbaik anak, Komnas Perlindungan Avak segera menyusun rekomendasi yang akan disampaikan kepada pimpinan HKBP. (FER).

Komentar

News Feed