oleh

Komnas PA: Hentikan Intimidasi Terhadap Korban Kekerasan Seksual di Rohul Riau!

PMJ – Kasus kejahatan seksual terencana yang dilakukan ZU warga Kecamatan Pedalian, Kabupaten Rokan Hulu Riau dan lima orang lainnya terhadap MS (15) siswi SMP Rokan Hulu mendapat atensi yang serius.

Karena itu Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) segera berkordinasi dengan Polresta Rokan Hulu untuk memberikan perlindungan bagi korban serta keluarga korban.

Mengingat kasus ini merupakan tindak pidana luar biasa (extraordinary crime) dan ancaman pidananya pun luar biasa yaitu diatas lima bahkan dapat semur hidup maka tidak ada alasan pihak Kepolisian dalam hal ini Polresta Rokan Hulu untuk segera menangkap dan menahan pelaku dan yang ikut serta memfalisilitasi kejahatan seksual untuk dimintai pertanggungjawaban hukum.

“Dimata saya kejahatan ini sudah termasuk terencana dan juga merupakan kejahatan seksual bergerombol yakni “Gengrape” yang tidak bisa dilihat sebagai tindak pidana biasa, demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait selaku Ketua Umum Komnas PA kepada PMJ News.

Lebih jauh Arist meminta kesediaan Polres Rokan Hulu sesuai kewenangannya untuk memberikan perlindungan bagi korban dan keluarga korban dari intimidasi dari tersangka pelaku.

“Dan, Komnas PA meminta kepada keluarga dan masyarakat khususnya pelaku untuk menghentikan tindak kekerasan dan intimidasi dan ancaman ancaman bagi korban dan keluarga korban,” tutur Arist.

Perlu diingat untuk kejahatan seksual tidak ada kata kompromi maupun kata damai terhadap kekerasan seksual yang menimpa korban.

Komnas PA akan tegas memberikan perlindungan vagi korban dengan dukungan Penegak hukum.

Jika pelaku tidak menghentikan intimidasi terhadap korban dan keluarga sebagai warga pendatang maka pelaku dapat dikenakan dengan Pasal-pasal berlapis, untuk itu biarkan Polisi bekerja untuk peristiwa ini, tegas Arist. (FER).

Komentar

News Feed