oleh

Pegawai Positif Covid-19, Gedung Blok G Balai Kota Ditutup Tiga Hari

PMJ – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan akan menutup Gedung Blok G Balai Kota. Penutupan dilakukan selama tiga hari, terhitung mulai Kamis (17/9/2020) besok.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan, penutupan satu gedung tersebut sebagai langkah penegakan Peraturan Gubernur Nomor 88 tahun 2020 pasal 9 ayat (2) huruf f.

Dalam aturan tersebut ditegaskan, Pimpinan/pekerja di tempat kerja/kantor yang ditemukan terpapar Corona Virus Disease (Covid-19), wajib melakukan pembatasan sementara aktivitas bekerja di tempat kerja sementara aktivitas di kantor paling sedikit 3 x 24 jam.

“Penutupan ini bukan karena kasus pak Sekda, tapi karena tadi pagi ditemukan ada dua orang pejabat terpapar (Covid-19) dan ada beberapa yang sedang menunggu hasil sore ini, tapi satu sudah terkonfirmasi positif,” ujar Anies di Balai Kota, Rabu (16/9/2020).

Menurut Anies, wabah Covid-19 bisa menjangkiti siapa saja. Karena itu, ia berharap upaya penegakan peraturan tersebut dapat memutus mata rantai penularan, sekaligus menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Sesuai dengan peraturan, bila ada yang ditemukan positif di sebuah kantor maka satu gedung tutup selama tiga hari. Jadi gedung blok G di DKI Jakarta pada Kamis, Jumat, Sabtu akan tertutup dan tidak digunakan,” tuturnya.

Selain melakukan penutupan selama tiga hari berturut-turut, Gubernur Anies dalam Pergub nomor 88 tahun 2020 juga menekankan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di lokasi dan lingkungan tempat kerja secara berkala selama masa PSBB.

Pencegahan tersebut dengan cara membersihkan lingkungan tempat kerja; melakukan disinfeksi pada lantai, dinding, dan perangkat bangunan tempat kerja. Dan menutup akses masuk bagi pihak-pihak yang tidak berkepentingan.(Hdi)

Komentar

News Feed