Gambar Karmelo Anthony Menangis di Pengadilan Itu Palsu: Inilah Cara Kami Mengetahuinya

13 Juni 2026

Pada Juni 2026, seorang remaja asal Texas dijatuhi hukuman 35 tahun penjara karena menusuk sesama remaja hingga tewas.


Gambar disediakan oleh @Honeys_Money1, diakses melalui X, diilustrasikan oleh Snopes

“);
}
else if(is_tablet()){
slot_number++;

var ad_class_name = “snopes_dt_incontent”;
var advertisement_text = “Advertisment:”;

if(is1440NewsletterUser){
ad_class_name += “_sponsorship”;
advertisement_text = “Sponsorship: “+info_icon;
}

document.write(“”);
}

Klaim:

Sebuah gambar secara autentik menunjukkan Karmelo Anthony menangis di ruang sidang Texas pada Juni 2026 setelah dijatuhi hukuman 35 tahun penjara karena membunuh sesama remaja, Austin Metcalf.

Penilaian:

Fake

Pada Juni 2026, sebuah pengadilan di Texas menjatuhkan hukuman 35 tahun penjara kepada Karmelo Anthony, seorang pemuda berusia 19 tahun, karena menusuk hingga tewas sesama remaja, Austin Metcalf, pada sebuah acara track meet pada April 2025. Di tengah beredarnya berita mengenai hukumannya, pengguna media sosial membagikan sebuah gambar yang diduga menunjukkan Anthony menangis di dalam ruang sidang.

Gambar itu menyebar di Instagram, Facebook, dan X. Seorang pengguna menuliskan: “Saya ingin bisa memeluknya. Hidup, kawan.”

(Pengguna X @Honeys_Money1)

Namun gambar di atas tidak autentik dan dibuat menggunakan alat kecerdasan buatan. Karena itu, kami menilai klaim ini sebagai palsu.

Liputan berita mengonfirmasi bahwa tidak ada kamera yang diizinkan di ruang sidang selama kasus ini berlangsung. Media mengandalkan sketsa ruang sidang seperti gambar ini yang dirilis pada 4 Juni dan 9 Juni.

Gambar tersebut menampilkan Anthony dengan rambut panjang, mirip dengan foto pemindaian pendaftaran (booking photo) miliknya dari April 2025. Namun, sketsa ruang sidang, serta foto temuan Anthony yang dirilis oleh otoritas, menunjukkan bahwa pada saat persidangan ia memiliki rambut yang sangat pendek.

Pencarian gambar terbalik di Google tidak menemukan sumber kredibel yang membagikan gambar Anthony sedang menangis. Additionally, ZeroGPT, Sight Engine, and Hive Moderation, tools that detect AI generation, all said that image had a high likelihood of being generated via artificial intelligence. (We should note that such AI detection tools are fallible. We caution people against using them for definitive answers on media’s authenticity without additional supporting evidence.)

Untuk bacaan lebih lanjut, Snopes telah menerbitkan penjelasan rinci tentang AI slop, sebuah istilah untuk konten berkualitas rendah yang mudah dibuat berkat alat AI. Kami juga meneliti klaim bahwa keluarga Anthony menggunakan sumbangan untuk membeli rumah dan mobil.

Siti Aulia Putri

Siti Aulia Putri

Saya adalah jurnalis independen yang fokus pada pemeriksaan fakta, literasi media, dan analisis informasi digital di Indonesia. Saya menulis untuk membantu pembaca memahami berita secara kritis dan membedakan fakta dari konten menyesatkan. Melalui PMJNEWS.com, saya berkomitmen menjaga integritas, transparansi, dan tanggung jawab dalam setiap karya jurnalistik.