Sebuah gambar menunjukkan teaser promosi resmi “South Park” untuk episode TV mendatang yang menampilkan Erika Kirk, CEO Turning Point USA yang juga janda dari aktivis konservatif yang tewas dibunuh, Charlie Kirk.
Sebuah rumor yang beredar secara online pada Desember 2025 mengklaim sebuah gambar menunjukkan teaser promosi resmi “South Park” untuk episode TV mendatang yang menampilkan Erika Kirk, CEO Turning Point USA dan janda dari aktivis konservatif yang tewas dibunuh, Charlie Kirk. Gambar tersebut menampilkan Erika Kirk berdiri dalam pakaian berkilau di depan empat tokoh utama acara satir tersebut, termasuk Stan Marsh, Kyle Broflovski, Kenny McCormick, dan Eric Cartman.
Misalnya, pada tanggal 25 Desember, seorang pengguna X memposting (arsip) gambar itu dengan keterangan, “South Park tidak pernah melewatkan kesempatan.” Gambar tersebut menampilkan slogan “Let’s grieve together” — merujuk pada meme tentang apa yang oleh para pengguna disebut sebagai “tur berduka” Erika Kirk, khusus terkait dengan penggunaan piroteknik berkilau pada penampilan publiknya.
Beberapa pengguna berbagi hanya gambar Erika Kirk tanpa keempat anak laki-laki itu, termasuk dalam sebuah unggahan seorang pengguna TikTok (arsip) yang menampilkan keterangan, “Erika Kirk akan membintangi episode mendatang South Park.”
Pengguna membagikan gambar tersebut, atau rumor bahwa Erika Kirk akan segera muncul dalam episode baru “South Park”, di Bluesky, Facebook (arsip), Instagram (arsip), Threads, TikTok (arsip) dan X (arsip).
Singkatnya, gambar itu palsu. Rumor bahwa Erika Kirk akan segera muncul di “South Park” adalah bohong. South Park Studios, kekuatan kreatif di balik acara tersebut, tidak secara resmi membuat atau mempublikasikan gambar tersebut.
Snopes menghubungi perwakilan pembuat “South Park” yaitu Trey Parker dan Matt Stone untuk menanyakan apakah mereka ingin memberikan komentar tentang masalah ini, dan artikel ini akan diperbarui jika kami menerima informasi lebih lanjut.
“South Park” mengakhiri musim ke-28-nya pada Desember lalu. Musim tersebut hanya menampilkan lima episode, kelima di antaranya dirilis secara publik pada 10 Desember.
Pada 2021, MTV Entertainment Studios memperpanjang kontrak “South Park” hingga musim ke-30. Tidak ada media berita yang melaporkan tanggal tayang untuk pemutaran perdana musim ke-29, yang diperkirakan oleh para blogger dan penggemar akan datang pada suatu waktu di tahun 2026.
Alat AI dan musim baru ‘South Park’
Pencarian di Bing, DuckDuckGo, Google dan Yahoo menemukan sebuah posting tanggal 24 Desember (arsip) dari akun parodi X @HoopsCrave. Postingan itu menampilkan hanya gambaran Erika Kirk dalam “South Park.”

(@HoopsCrave/X)
Lalu pada hari yang sama, pembuat konten Karim Jovian memposting di Facebook (arsip) dan Instagram gambar yang lebih besar dari Erika Kirk dengan semua empat anak laki-laki “South Park”.

(Karim Jovian/Facebook)
Sebuah prompt dengan alat AI Google Gemini yakni SynthID Detector memindai kedua gambar untuk mencari watermark SynthID — sebuah label tersembunyi yang ditambahkan Google pada gambar yang dibuat atau dimanipulasi dengan platform AI-nya.
Mengenai gambar pertama yang hanya menampilkan Erika Kirk dalam “South Park,” Gemini merespons, “Gambar ini tidak dibuat dengan alat AI Google.”
Untuk gambar yang lebih besar dengan Erika Kirk dan keempat anak laki-laki, Gemini mengonfirmasi bahwa alat AI Google yang membuat gambar palsu tersebut. Gemini mengatakan, “Gambar kedua (yang berisi teks ‘Let’s grieve together’) diidentifikasi oleh SynthID sebagai sebagian dibuat atau diedit dengan alat AI Google. Gambar pertama tidak memicu deteksi SynthID, meskipun menjadi dasar bagi gambar kedua.”
Kami mengirim pesan pribadi ke @HoopsCrave dan Jovian untuk menanyakan apakah mereka secara pribadi yang membuat kedua gambar tersebut, serta apakah @HoopsCrave bisa mengidentifikasi alat AI yang digunakan untuk menghasilkan gambar bergaya “South Park” dari Erika Kirk. Setelah kami menerbitkan artikel ini, @HoopsCrave berkata mengenai gambar yang hanya menampilkan Erika Kirk, “Saya menggunakan ChatGPT.”
Untuk bacaan lebih lanjut, kami sebelumnya meneliti sebuah masalah yang akhirnya melibatkan watermark SynthID Google lainnya, mengenai dugaan foto mantan Presiden AS Bill Clinton dan Presiden Donald Trump yang sedang berpelukan di atas ranjang.