Apakah Jaksa Agung Sementara Todd Blanche Mengatakan Para Predator Tidak Akan Dituntut dalam Kasus Epstein? Tidak Ada Bukti

1 Mei 2026

Claim:

Pernyataan: Calon Jaksa Agung Amerika Serikat Todd Blanche berkata, “Kami tidak akan menuntut para predator dalam berkas Epstein dan kami tidak akan membebaskan nama-nama mereka kepada publik.”

Rating:

Context

Meskipun ada klaim yang beredar di media sosial, tidak ada bukti yang dapat diverifikasi bahwa Blanche membuat pernyataan seperti itu.

Pada akhir April 2026, sebuah rumor beredar online bahwa Wakil Jaksa Agung Amerika Serikat Todd Blanche menyatakan selama konferensi pers bahwa tidak akan ada penuntutan ataupun pembukaan nama predator yang ditemukan dalam berkas milik tersangka perdagangan seks anak yang telah meninggal, Jeffrey Epstein.
Pengguna media sosial memposting kutipan yang diduga tersebut beserta cuplikan Blanche berdiri di podium dan menjawab pertanyaan tentang penyelidikan DOJ terkait Epstein.
Orang-orang yang membagikan kutipan yang diduga mengatakan bahwa Blanche berkata, “Kami tidak akan menuntut para predator dalam berkas Epstein dan kami tidak akan membebaskan nama-nama mereka kepada publik.”
TODD BLANCHE: “Kami tidak akan menuntut para predator dalam berkas Epstein dan kami tidak akan membebaskan nama-nama mereka kepada publik.”Sakit. pic.twitter.com/AdWjXjFYXb
— Stew Peters (@realstewpeters) 6 Februari 2026

Kutipan tersebut salah atribusikan kepada Blanche.
Kutipan tersebut tidak diucapkan dalam cuplikan video yang beredar bersama pernyataan yang diduga dan tidak ada bukti bahwa ia pernah secara publik mengucapkan kata-kata yang dipersoalkan. Pencarian di Bing, DuckDuckGo, Google, dan Yahoo tidak menghasilkan hasil relevan dari media kredibel mengenai kutipan seperti itu, yang seharusnya telah dilaporkan secara luas.
Cuplikan yang menyertai kutipan tersebut berasal dari konferensi pers pada 30 Januari 2026, ketika Blanche mengumumkan rilis akhir berkas-berkas terkait penyelidikan DOJ terhadap tersangka perdagangan anak Jeffrey Epstein yang telah meninggal.
Snopes menghubungi Blanche untuk komentar lebih lanjut mengenai klaim ini dan akan memperbarui artikel ini jika kami mendengar kabar tanggapan.
Tidak jelas apakah kutipan yang salah atribusikan itu sengaja menyesatkan atau upaya yang keliru untuk merangkum komentar Blanche. Menonton seluruh konferensi pers dan membaca transkripnya menunjukkan tidak ada pernyataan yang sesuai dengan yang dibagikan dalam klaim.
Pada penanda 21:07 dalam video, yang dapat dilihat di C-SPAN, Blanche menjawab pertanyaan seorang reporter tentang apakah pria-pria dalam berkas Epstein yang diduga menyalahgunakan wanita akan dituntut dan namanya akan dipublikasikan.
Blanche menjawab:
Jika kami memiliki informasi, maksudnya Departemen Kehakiman, tentang pria-pria yang menyalahgunakan wanita, kami akan menuntut mereka….
Ada anggapan bawaan bahwa entah bagaimana ada bagian informasi yang tersembunyi tentang para pria yang kita ketahui yang kita tutupi atau yang kita pilih untuk tidak menuntut. Itu tidak benar. Saya tidak tahu apakah ada pria di luar sana yang menyalahgunakan wanita-wanita ini. Jika kami mengetahui informasi dan bukti yang memungkinkan kami menuntut mereka, Anda lebih baik percaya bahwa kami akan melakukannya. Namun saya tidak berpikir publik, atau kalian semua [wartawan], akan menemukan pria dalam berkas Epstein yang menyalahgunakan wanita, sayangnya.

Apakah apa yang dia katakan benar atau tidak sepenuhnya masih spekulatif. Namun jelas bahwa Blanche tidak secara langsung menyatakan, “Kami tidak akan menuntut para predator dalam berkas Epstein dan kami tidak akan membebaskan nama-nama mereka kepada publik.”
Pengguna yang membagikan kutipan yang diduga tampak mencoba memutar makna yang dimaksud Blanche menjadi pernyataan deklaratif yang sebenarnya tidak pernah dia buat.
Lebih lanjut, Blanche membuka konferensi pers pada 30 Januari dengan pernyataan tentang variasi penjahat seksual yang diduga telah dituntut DOJ dalam tahun terakhir.
Setiap hari sepanjang tahun, Departemen Kehakiman menyelidiki dan menuntut mereka yang menyalahgunakan dan memperdagangkan anak-anak dan wanita muda. Tahun lalu saja, FBI menemukan lebih dari 2.700 korban eksploitasi anak. Departemen Kehakiman menemukan dan menutup 3,8 juta akun pedofilia di jaringan gelap. Pada Agustus, kami menuntut 11 terdakwa karena perdagangan seksual luas terhadap imigran ilegal dan wanita di bawah umur. Bulan lalu kami menuntut lima pria yang terlibat dalam jaringan pemerasan seksual terhadap wanita-wanita muda. Dalam beberapa bulan terakhir, musim panas hingga gugur, kami menjalankan Operasi Restore Justice, menyelamatkan 205 korban anak dan menangkap 293 pelaku.

Blanche menambahkan bahwa dirinya ingin menekankan angka-angka ini secara spesifik karena tuduhan bahwa DOJ “tidak menaruh perhatian serius pada eksploitasi anak atau perdagangan manusia.”
Blanche mengemukakan pandangan serupa dalam sebuah wawancara dengan ABC News yang diterbitkan pada 1 Februari 2026, dalam mana ia mengatakan, “Kami tidak punya apa-apa untuk disembunyikan. Kami tidak pernah begitu, dan pintu kami terbuka jika mereka ingin datang dan meninjau materi apa pun yang kami produksi.”

Siti Aulia Putri

Siti Aulia Putri

Saya adalah jurnalis independen yang fokus pada pemeriksaan fakta, literasi media, dan analisis informasi digital di Indonesia. Saya menulis untuk membantu pembaca memahami berita secara kritis dan membedakan fakta dari konten menyesatkan. Melalui PMJNEWS.com, saya berkomitmen menjaga integritas, transparansi, dan tanggung jawab dalam setiap karya jurnalistik.