Presiden Amerika Serikat Donald Trump pernah bermain tenis dengan bintang tenis Serena Williams.
Trump bermain singkat dengan Williams pada bulan April 2015 untuk menandai pembukaan fasilitas tenis yang didukung Trump. Banyak outlet berita ternama mencatat momen itu, dengan mempublikasikan video volley dari berbagai sudut.
Pada akhir April 2026, sebuah video yang konon menunjukkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bermain tenis melawan Serena Williams, juara berulang kali, beredar di media sosial.
Klip tersebut, yang tampak memperlihatkan keduanya saling bertukar voli secara santai dalam suasana yang ramah, memicu pertanyaan dari para komentar mengenai keasliannya.
Trump just posted this footage of him playing tennis with Serena Williams.
How does he do it? pic.twitter.com/dG3420aZVh
— johnny maga (@johnnymaga) 27 April 2026
Video tersebut autentik, artinya itu bukan hasil pengeditan digital atau perangkat lunak kecerdasan buatan.
Trump memposting klip ini ke akun Truth Social miliknya pada 27 April 2026. Namun, perlu dicatat bahwa rekaman itu berusia lebih dari satu dekade. Rekaman itu diambil oleh outlet berita terkemuka pada 7 April 2015, selama sebuah acara untuk menandai pembukaan fasilitas tenis yang didukung Trump di Trump National Golf Club di Sterling, Virginia. (Fasilitas tersebut tetap buka hingga tulisan ini dibuat.)
Sumber media berita beragam, termasuk Washington Post, outlet berita setempat dan jurnalis olahraga, merekam momen antara Williams dan Trump. Misalnya, seorang reporter dari NBC4 afiliasi NBC di Washington D.C. mendokumentasikan volley tersebut dari banyak sudut yang berbeda.
Halaman Facebook resmi Trump National Golf Club juga membagikan video pertukaran tersebut pada hari kejadian.
Fotografer Molly Riley, seorang fotografer independen yang berbasis di Virginia, merilis galeri foto dari acara tersebut, termasuk foto Trump dan Williams berpose bersama di lapangan. Selanjutnya, foto-foto fasilitas tenis di situs web Trump National Golf Club menunjukkan lokasi yang cocok dengan yang terlihat di video. WTOP, sebuah stasiun radio dan situs berita wilayah DC, juga menerbitkan foto-foto acara tersebut.
Menurut Washington D.C.’s CBS affiliate WUSA9, Trump memperkenalkan Williams di acara tersebut dengan mengatakan, “Merupakan suatu kehormatan memiliki Serena Williams yang luar biasa bergabung dengan kita hari ini untuk secara resmi membuka bangunan megah ini — dia adalah juara sejati dan yang terhebat sepanjang masa.“
Menurut NBC4, Williams memberi tahu para hadirin, “Ini tidak terlihat seperti fasilitas tenis biasa, dan saya telah berada di banyak fasilitas tenis. Yang ini adalah yang terbaik yang pernah saya lihat.“
Trump mengumumkan pencalonan kepresidenannya pada 2016 beberapa bulan setelah pembukaan fasilitas tenis tersebut.
Pada Juni 2016, The Associated Press melaporkan bahwa Williams tidak mendukung or memilih Trump, maupun kandidat lain, karena keyakinannya. Williams adalah Saksi-Saksi Yehuwa dan situs resmi organisasi keagamaan tersebut mengatakan, “Kami tidak melobi, tidak memilih partai politik atau kandidat, tidak mencalonkan diri untuk jabatan pemerintahan, atau berpartisipasi dalam tindakan apa pun untuk mengganti pemerintahan.“
Pada persidangan kasus uang diam Trump pada 2024, dokumen pengadilan menunjukkan nama Williams di daftar orang penting yang sering berhubungan dengan Trump pada hari-hari awal kepresidenannya pada 2017, menurut The Associated Press dan Politico. (Snopes belum secara independen memverifikasi laporan tersebut.)
Ketika ditanya tentang hubungannya dengan Trump oleh The New York Times pada Juni 2024, Williams berkata, “Aku banyak berbicara dengan para presiden. Aku pernah berbicara dengan Barack, aku berbicara dengan para Clinton. Aku telah berbicara dengan setiap presiden sejak aku hidup, termasuk Ronald Reagan, perlu kau ketahui.“ Ketika wartawan meminta rincian lebih lanjut tentang apa yang diinginkan para presiden untuk dibicarakan, Williams menjawab, “Aku tidak tahu, aku tidak akan membahasnya.“
Snopes telah menutupi berbagai klaim yang melibatkan Williams sepanjang kariernya, termasuk sebuah unggahan media sosial yang diduga tentang COVID-19 pada 2020 dan sebuah rumor yang berasal dari sumber satiris mengenai kemungkinan dia mengundurkan diri dari pertandingan melawan seorang atlet transgender.