Trump tampil sebagai tamu telepon dalam sebuah program berita TV tidak lama setelah serangan teroris 9/11 pada tahun 2001.
Kredit gambar: Warren Little, diakses melalui Getty Images, Sterlfilms, diakses melalui WikiCommons, digambarkan oleh Snopes
Sesudah serangan teroris 9/11, Donald Trump, yang pada waktu itu adalah seorang pengembang properti, mengatakan bahwa 40 Wall Street, sebuah gedung yang ia miliki, adalah “yang tertinggi” di downtown Manhattan atau Kota New York.
Trump secara spesifik menyebut 40 Wall Street sebagai gedung tertinggi di Manhattan bagian pusat, bukan seluruh Manhattan atau Kota New York. Apakah komentarnya termasuk membangga-banggakan, seperti yang diklaim beberapa orang secara online, tergantung pada interpretasi.
Sekitar peringatan 25 tahun serangan teroris 9/11, sebuah klaim ( arsip) beredar online bahwa Presiden AS Donald Trump, yang saat itu seorang pengembang real estat di Kota New York, berkata setelah serangan bahwa ia sekarang memiliki gedung tertinggi di downtown Manhattan atau di Kota New York.
Misalnya, seorang pengguna X mem-posting klip dari sebuah wawancara berita TV yang diduga dengan Trump yang diberi keterangan, “Berikut video Trump pada 9/11 yang membanggakan bahwa Trump Tower sekarang adalah gedung tertinggi di Manhattan.”
Here is Trump on 9/11 bragging that Trump Tower is now the tallest building in Manhattan pic.twitter.com/Fy5ZW85tZc
— FactPost (@factpostnews) September 11, 2026
Klaim serupa bahwa Trump telah mengatakan gedungnya adalah yang tertinggi di Manhattan atau bahkan Kota New York setelah runtuhnya Menara Kembar beredar di Facebook (arsip), Instagram (arsip), Threads (arsip), dan Reddit (arsip). Pembaca Snopes juga menghubungi kami untuk menanyakan klaim tersebut.
Trump memang mengaratakan (time code 2:05, arsip) kepada seorang wartawan segera setelah serangan 9/11 bahwa 40 Wall Street, yang masih dimiliki oleh The Trump Organization, adalah “yang tertinggi” gedung di downtown Manhattan (bukan Manhattan secara keseluruhan atau Kota New York). Karena itu, kami menilai kutipan ini sebagai atribusi yang benar kepada Trump.
Apakah komentar Trump itu termasuk membangga-banggakan, sebagaimana beberapa orang online klaim, sangat tergantung pada interpretasi.
Fox 5 New York mengunggah video wawancara telepon Trump dengan reporter WWOR-TV, Alan Marcus, di YouTube pada 2016. Trump membuat klaim tentang memiliki gedung tertinggi di downtown Manhattan setelah Marcus menanyakan apakah 40 Wall Street mengalami kerusakan selama serangan. Pertukaran tersebut berlangsung sebagai berikut (pada 1:43 — penekanan kami):
MARCUS: Donald, Anda memiliki salah satu gedung bersejarah di distrik keuangan, 40 Wall Street, apakah Anda mengalami kerusakan atau Anda tahu apa yang terjadi di sana?
TRUMP: Ya, itu adalah panggilan telepon luar biasa yang saya buat. 40 Wall Street sebenarnya adalah gedung kedua tertinggi di downtown Manhattan. Dan sebenarnya sebelum World Trade Center dibangun, itu adalah yang tertinggi. Dan sekarang ini yang tertinggi.
Selama wawancara tahun 2001, Marcus juga menanyakan bagaimana Trump akan menangani 9/11 jika ia menjadi presiden mengingat ia telah mempertimbangkan untuk mencalonkan diri pada tahun sebelumnya (pada 4:14). Trump mengatakan ia akan mengambil jalur yang “sangat, sangat tegas” terhadap “kelompok orang yang melakukan ini.“
Dalam sebuah wawancara dengan Politico pada 2016, Marcus dilaporkan mengatakan bahwa pernyataan Trump mengenai 40 Wall Street adalah “Donald being Donald.” Marcus menambahkan, “Dia adalah manajer merek Trump, dan dia akan membanggakan merek itu, dan dia melakukannya secara refleksif.”
Klaim Trump bahwa 40 Wall Street adalah gedung tertinggi di downtown Manhattan setelah serangan itu tidak benar. Gedung pencakar langit setinggi 952 kaki 70 Pine Street, yang juga menjadi bagian dari cakrawala Manhattan pada 2001, 26 kaki lebih tinggi daripada 40 Wall Street.
Untuk bacaan lebih lanjut, Snopes sebelumnya menyelidiki apakah Trump menyerang National September 11 Memorial & Museum di New York karena mengatakan ia tidak diizinkan untuk berbicara pada peringatan 25 tahun peristiwanya.
Arsip Snopes berkontribusi pada laporan ini.