Apakah Trump Mengklaim Angin Iran Diam-Diam Menggerakkan Turbin Angin AS?

6 Juni 2026

Semua orang mengatakan kincir angin itu bersih. SALAH. Saya telah mengatakan sejak hari pertama, dari mana sebenarnya ANGIN berasal? Tak ada yang mau membicarakannya. Sekarang orang-orang yang sangat pintar memberi tahu saya bahwa Iran telah menyalurkan angin dalam jumlah besar ke negara kita melalui koridor atmosfer rahasia. PENGUASAAN TOTAL. Mengapa Anda pikir kincir angin hanya berputar saat angin berdentum? Pikirkanlah!!! Biden memberi mereka akses. Sedih! Dan omong-omong burung-burung tahu. Burung-burung menghilang karena mereka takut. Belum pernah terjadi sebelumnya. Di bawah kepemimpinan saya, kita memiliki udara yang tenang dan indah. Udara Amerika yang kuat. Bukan angin Iran. Kita akan menelitinya dengan SANGAT kuat. Mungkin membatasi angin pada malam hari.

(TikTok user @luisfigeroa3)

Klaim lain dari klaim itu beredar di X, Threads, dan Facebook. Beberapa pengguna tampak membagikannya sebagai lelucon, sementara yang lain mempertanyakan apakah itu nyata. Pembaca Snopes juga mengirim email kepada kami dan menelusuri situs kami untuk menentukan apakah Trump membagikan postingan tersebut.

Beberapa versi gambar tersebut tampak menunjukkan bahwa postingan X dibagikan pada pukul 12:42 siang pada 8 Mei 2026.

Namun, Trump tidak membagikan postingan semacam itu. Sejauh tulisan ini, Trump hanya menulis dua kali di akun X resminya sejak 2 Maret 2026. Tidak ada dari kedua postingan tersebut yang menampilkan teks dalam tangkapan layar yang diduga. Pencarian akun Trump di Truth Social dan Truth Trump, sebuah situs yang mengarsipkan postingan presiden di platform tersebut, juga tidak menemukan bukti dari postingan yang diduga.

Pencarian Google untuk frasa-frasa tepat dari postingan yang diduga, termasuk “Iranian wind,” “secret atmospheric corridors” dan “maybe bar nighttime wind,” tidak menghasilkan laporan berita yang dapat dipercaya yang mengonfirmasi bahwa Trump membagikannya. Sebaliknya, hasil pencarian mengarah pada postingan media sosial dan repost dari tangkapan layar palsu yang sama.

(Hasil pencarian Google)

Tidak jelas siapa yang pertama kali membuat atau membagikan gambar palsu itu. Contoh paling awal yang kami temukan adalah repost, tidak ada satupun yang secara meyakinkan mengidentifikasi sumber tangkapan layar tersebut. Kami akan memperbarui artikel ini jika informasi lebih lanjut tersedia.

Postingan palsu itu beredar di tengah liputan berita nyata tentang penolakan Trump terhadap energi angin, yang mungkin memberikan klaim tersebut kredibilitas. Pada 3 Mei 2026, Reuters melaporkan bahwa pemerintahan Trump menghentikan pengembangan angin di darat AS, dengan alasan kekhawatiran keamanan nasional, dan sekitar 165 proyek energi angin di lahan pribadi telah tertunda.

Trump juga berulang kali mengkritik turbin angin. Pada Juli 2025, Associated Press memverifikasi beberapa klaimnya tentang tenaga angin, melaporkan bahwa komentarnya termasuk informasi yang salah atau menyesatkan mengenai energi angin di Amerika Serikat dan di luar negeri.

Tetapi tidak ada bukti bahwa Trump mengklaim Iran mengirim angin ke AS melalui “koridor atmosfer rahasia.” Menurut Administrasi Informasi Energi AS, angin disebabkan oleh pemanasan permukaan Bumi yang tidak merata oleh matahari, dan turbin angin menghasilkan listrik dengan menggunakan bilah untuk mengumpulkan energi kinetik angin.

Rujukan postingan palsu terhadap burung juga menyinggung perdebatan nyata mengenai energi angin dan satwa liar. Layanan Ikan dan Satwa Liar AS mengatakan studi telah mendokumentasikan kematian burung dan kelelawar di fasilitas energi angin, meskipun tingkat kematian bervariasi menurut fasilitas dan wilayah. Namun, kami tidak menemukan bukti klaim dalam tangkapan layar bahwa burung-burung “menghilang karena takut” terhadap angin yang konon berasal dari Iran.

Untuk bacaan lebih lanjut, Snopes telah menyelidiki banyak posting media sosial palsu yang dikaitkan dengan Trump.

Siti Aulia Putri

Siti Aulia Putri

Saya adalah jurnalis independen yang fokus pada pemeriksaan fakta, literasi media, dan analisis informasi digital di Indonesia. Saya menulis untuk membantu pembaca memahami berita secara kritis dan membedakan fakta dari konten menyesatkan. Melalui PMJNEWS.com, saya berkomitmen menjaga integritas, transparansi, dan tanggung jawab dalam setiap karya jurnalistik.