News

Selasa, 4 Mei 2021 14:20 WIB

Di Tahun 2022, Pemerintah Fokus Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural

Editor: Hadi Ismanto

Presiden Jokowi saat menyampaikan sambutan di Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional. (Foto: PMJ News/YouTube Setpres).

PMJ NEWS - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan rencana kerja pemerintah pada tahun 2022 mendatang masih tetap fokus pada pemulihan ekonomi dan reformasi struktural.

Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional Tahun 2021, di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (4/5/2021).

"Rencana kerja pemerintah di tahun 2022, tahun depan ini masih mengusung pemulihan ekonomi dan reformasi struktural," ujar Jokowi dalam sambutannya.

Presiden Jokowi saat menyampaikan sambutan di Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional. (Foto: PMJ News/YouTube Setpres).
Presiden Jokowi saat menyampaikan sambutan di Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional. (Foto: PMJ News/YouTube Setpres).

Jokowi mengungkapkan, fondasi paling awal pemulihan ekonomi adalah pengendalian Covid-19. Penanganan ini bisa dilakukan dengan mempercepat belanja pemerintah, terutama berbagai bentuk bantuan sosial, padat karya, serta mendorong belanja masyarakat.

"Demand side harus diperbesar, sisi permintaan harus diperbesar," ucapnya.

Presiden juga mendorong agar industri mulai bangkit, para pekerja mulai bekerja, domestic supply side harus ditingkatkan. Namun, hal itu harus tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ketat.

"Jangan ditawar-tawar mengenai hal ini," tegasnya.

Untuk reformasi struktural besar-besaran, kata Jokowi, sudah dimulai dengan penetapan Undang-Undang Cipta kerja. Presiden meminta semua kementerian lembaga dan pemerintah daerah bersinergi dalam melaksanakan dan memanfaatkan reformasi struktural tersebut.

"Harus kita rencanakan sejak sejak sekarang bahwa nilai tambah sektor industri harus kita tingkatkan, ketahanan pangan harus meningkat, dan pemulihan sektor pariwisata harus berjalan dengan baik," tuturnya.

Menurut Jokowi, saat ini perkembangan dunia yang mengarah ke green economy harus bisa dimanfaatkan. Dia menyebut Indonesia bisa mendapat manfaat besar dari hutan tropis dan hutan mangrove yang kita miliki.

"Oleh sebab itu transformasi energi menuju energi baru dan terbarukan harus dimulai. Green economy, green technology dan green product harus diperkuat agar ktia bisa bersaing di pasar global," tukasnya.

BERITA TERKAIT