Kuliner

Kamis, 13 Mei 2021 09:15 WIB

Lebaran Santap Ketupat, Simak Yuk Sejarah Ketupat di Indonesia

Editor: Fitriawan Ginting

Menu opor ayam dengan ketupat. (Foto: Dok Net)

PMJ NEWS -  Lebaran ini selain kumpul dengan keluarga tercinta, leboih afdol lagi menyantap ketupat ya. Apalagi ditambah kuah yang lezat serta opor ayam yang menggoda. Hmhhh...pasti ketagihan nih.

Tapi, perlu tahu juga dunk, kenapa sih ketupat seakan menjadi hidangan wajib setiap hari lebaran?. Bahkan biasanya ketupat dijadikan simbol kemenangan umat Islam, pasca satu bulan berpuasa.

Dan ternyata ketupat bukan muncul begitu saja. Ada sejarah yang mengiringi munculnya hidangan lezat khas lebaran tersebut. Dikutip dari Brilio.net, ketupat pertama kali dikenalkan oleh Sunan Kalijaga, salah satu wali songo penyebar Islam di tanah Jawa. Ketupat atau kupat merupakan singkatan dari `ngaku lepat` atau mengakui kesalahan dalam bahasa Jawa.

Riwayat lainnya ada pula yang menterjemahkan kupat sebagai singkatan dari `laku papat` atau empat tindakan. Tindakan yang dimaksud ialah, lebaran, luberan, leburan, dan laburan. Lebaran artinya usai yang menandakan berakhirnya waktu puasa. Kata ini berasal dari frasa lebar, yang bermakna pintu ampunan terbuka lebar.

Luberan artinya meluber atau melimpah. Yakni, zakat yang dikeluarkan umat Islam di penghujung Ramadan untuk kaum fakir miskin menjadi wujud kepedulian terhadap sesama manusia.

Leburan artinya melebur atau habis. Maksudnya, saat lebaran dosa dan kesalahan manusia akan melebur habis, setelah saling memaafkan satu sama lain.

Sedangkan laburan artinya kapur. Kapur adalah zat yang digunakan untuk menjernihkan air atau memutihkan dinding. Diharapkan, manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batinnya.

BERITA TERKAIT