News

Minggu, 18 Juli 2021 11:55 WIB

Studi: Orang Belum Divaksin Rentan Terpapar Covid-19

Editor: Hadi Ismanto

Masyarakat menerima vaksinasi Covid-19. (Foto: PMJ News/Dok Net).

PMJ NEWS - Belakangan ini, kasus penambahan Covid-19 masih tergolong masif. Kebanyakan dari mereka yang terpapar virus corona ini belum disuntik vaksin.

Dokter spesialis penyakit menular di Wexner Medical Center di Ohio State University, Carlos Malvestutto mengatakan orang yang tidak divaksinasi sangat rentan karena varian baru, khususnya varian delta.

Menurut dia, varian delta ini menular lebih cepat dan mungkin menyebabkan penyakit yang lebih parah. Terutama jika menulari orang yang belum disuntik vaksin.

"Sekarang ada data yang keluar dari Inggris dan Skotlandia yang menunjukkan bahwa tingkat keparahan penyakit dapat meningkat, dan mungkin mengarah pada peningkatan risiko rawat inap," ungkap Malvestutto seperti dilansir dari laman Huftpost, Minggu (18/7/2021).

Sekitar 99 persen infeksi baru di beberapa bagian negara terjadi pada pasien yang belum divaksin. Namun, memang ada juga mereka yang telah menerima kedua suntikan vaksin Pfizer-BioNTech atau Moderna atau vaksin dosis tunggal Johnson & Johnson.

Tapi, menurut data yang tersedia, gejala yang dialami orang dalam kasus terobosan tersebut cenderung relatif ringan. Sekitar sepertiga orang yang terinfeksi setelah divaksinasi lengkap, misalnya, sama sekali tidak menunjukkan gejala.

CDC sekarang hanya melacak kasus terobosan yang mengakibatkan rawat inap atau kematian, jadi tidak ada data yang benar-benar kuat melihat berapa banyak orang yang mengalami gejala ringan pasca-vaksin (atau tidak ada gejala sama sekali).

Sayangnya pula, tidak ada kejelasan tentang varian apa yang mungkin dialami orang-orang tersebut yang terekam.

Pada akhirnya, tujuan vaksinasi tidak hanya untuk mengurangi penularan tetapi juga secara drastis mengurangi rawat inap dan kematian dan vaksin telah melakukan hal itu.

“Sebagian besar individu yang divaksinasi lengkap tidak memiliki konsekuensi penyakit yang parah, yang membuat kami berpikir gejalanya mungkin lebih ringan secara umum untuk individu yang divaksinasi lengkap,” tuturnya.

Kasus terobosan juga masih jarang terjadi di Amerika Serikat (AS). Itulah sebabnya para ahli kesehatan bersikeras bahwa mendapatkan vaksinasi adalah hal terbaik yang dapat dilakukan orang untuk menjaga diri mereka sendiri dan orang lain tetap aman.

"Saya dalam keadaan di mana kita melihat peningkatan yang signifikan pada pasien rawat inap dan mereka semua adalah orang yang belum divaksinasi, yang sangat sulit dan menghancurkan, karena ini benar-benar dapat dicegah," tukasnya.

BERITA TERKAIT