Fokus

Sabtu, 25 Desember 2021 14:28 WIB

Polri Siap Berikan Pelayanan dan Pengamanan Optimal Selama Nataru

Editor: Ferro Maulana

Pelayanan terbaik Polri. (Foto: Dok Net/ Ilustrasi)

PMJ NEWS -  Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memastikan seluruh personel Polri siap memberikan pelayanan dan pengamanan secara optimal selama perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru (Nataru) 2022. 

"Kami juga dalam kesempatan ini akan memberikan pelayanan dan pengamanan secara optimal. Tentunya didukung oleh Bapak Panglima dan seluruh jajaran TNI," terang Sigit ketika meninjau pelaksanaan protokol kesehatan di Gereja Katedral, Jakarta. 

Kapolri menekankan hal itu penting dilakukan untuk memastikan rangkaian pelaksanaan ibadah Natal hingga Tahun Baru berjalan dengan aman dan lancar. 

Kapolri bersama Panglima TNI dan Ketua DPR RI meninjau pelaksanaan misa Natal di Gereja Katedral. (Foto: PMJ News/ Yeni)
Kapolri bersama Panglima TNI dan Ketua DPR RI meninjau pelaksanaan misa Natal di Gereja Katedral. (Foto: PMJ News/ Yeni)

Sigit pun mengapresiasi pelaksanaan ibadah Natal dapat berjalan lancar meskipun harus menerapkan prokes secara ketat. 

"Kami mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan yang ada. Sehingga proses perayaan Natal tetap bisa berjalan walaupun dengan protokol kesehatan yang ketat," tuturnya. 

Listyo juga mengimbau agar masyarakat saling bekerja sama untuk mempertahankan kondisi Covid-19 yang semakin membaik.

Masih dari keterangannya, lonjakan kasus Covid-19 pada Juli lalu harus menjadi pelajaran bagi semua pihak. 

"Apalagi saat ini kita tahu bahwa varian baru saat ini sedang berkembang. Hampir 160 negara dan 8 sudah masuk ke Indonesia, sehingga mau tidak mau kita tetap harus melaksanakan prokes secara kuat," tandasnya. 

Misa Natal Lancar dan Mudik Alami Penurunan

Polisi memastikan pelaksanaan ibadah misa Natal 2021 telah berjalan aman dan tertib. Korps Bhayangkara memastikan tidak ada gangguan keamanan di seluruh wilayah Tanah Air. 

Keterangan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo. (Foto: PMJ News).
Keterangan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo. (Foto: PMJ News).


"Alhamdullilah semua berjalan aman, lancar dan tertib," terang Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo kepada pewarta, Sabtu (25/12/2021).

Dedi juga menambahkan, arus lalu lintas selama libur Natal juga terpantau lancar.

Sebaliknya, volume kendaraan yang mudik Natal pun justru mengalami penurunan pada tahun ini.

"Dari pantauan jalur darat Jakarta sampai dengan Semarang arus kendaraan lancar dan cenderung turun," tambah Dedi.

Menurut Dedi, pihaknya juga akan terus menyiagakan pos pengamanan dan pelayanan hingga 2 Januari 2022 mendatang.

"Seluruh pos pengamanan dan pos pelayanan serta pos terpadu semua kondisi siap memberikan yang kepada masyarakat pengguna jalan," pungkasnya. 

Kapolri Minta Pengawasan Ketat Masa Karantina PPI

Kapolri meninjau langsung penegakan prokes terhadap PPI yang masuk melalui Bandar Udara Soetta. (Foto: Dok PMJ).
Kapolri meninjau langsung penegakan prokes terhadap PPI yang masuk melalui Bandar Udara Soetta. (Foto: Dok PMJ).


Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo secara tegas meminta jajarannya untuk terus fokus memperketat pemeriksaan terutama di titik-titik kerumunan seperti bandara, statiun, pelabuhan dan lainnya. 

Protokol kesehatan (Prokes) harus terus ditegakkan guna mencegah penyebaran Covid-19 dan Omicron lebih luas lagi. Termasuk di libur Perayaan Natal dan Tahun Baru ini. 

Jenderal bintang empat ini bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan Kasum TNI Letjen Eko Margiyono, meninjau langsung proses penegakan protokol kesehatan (prokes) terhadap Pelaku Perjalanan Internasional (PPI) yang masuk melalui Bandar Udara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Jumat (24/12/2021).

Pada H-1 perayaan Natal, Sigit menyatakan ada 14 tahapan yang akan dilewati oleh para pelaku perjalanan internasional ketika masuk ke Negara Indonesia melalui Bandara Soetta. Proses itu dimulai dari pemeriksaan hingga melakukan masa karantina wajib selama 10 hari. 

"Baru saja kami melaksanakan pengecekan secara langsung untuk mengetahui proses pemeriksaan terkait dengan kedatangan saudara-saudara kita pelaku perjalanan internasional," tutur Sigit pasca mengecek langsung di Bandara Soetta. 

Kapolri meninjau langsung penegakan prokes terhadap PPI yang masuk melalui Bandar Udara Soetta. (Foto: Dok PMJ).
Kapolri meninjau langsung penegakan prokes terhadap PPI yang masuk melalui Bandar Udara Soetta. (Foto: Dok PMJ).


"Secara umum kita lihat ada 14 tahapan yang harus dilalui. Mulai saat masuk kemudian dilaksanakan pemeriksaan awal sampai dengan tahap terakhir diarahkan menuju hotel atau wisma untuk melaksanakan karantina," jelasnya menambahkan. 

Mantan Kapolda Banten ini menekankan, kepada seluruh petugas atau pihak terkait, untuk benar-benar memastikan bahwa masyarakat yang menjadi pelaku perjalanan internasional harus diwajibkan menjalani karantina selama 10 hari. 

Demi memastikan PPI tak meninggalkan tempat karantina, Menurut Sigit, selain pengawasan secara manual, harus ada pemanfaatan aplikasi teknologi informasi terkait dengan hal tersebut.  

"Kemudian memastikan selama 10 hari masa karantina. Maka masyarakat atau pelaku perjalanan harus betul-betul berada di tempat," ujarnya.

"Karena itu penggunaan aplikasi dan teknologi informasi ditambah pengecekan manual akan diberlakukan. Sehingga kita yakin masyarakat atau pelaku perjalanan internasional tetap berada di tempat," tegas Sigit. 

Kapolri meninjau langsung penegakan prokes terhadap PPI yang masuk melalui Bandar Udara Soetta. (Foto: Dok PMJ).
Kapolri meninjau langsung penegakan prokes terhadap PPI yang masuk melalui Bandar Udara Soetta. (Foto: Dok PMJ).

Mantan Kabareskrim Polri ini meminta, penegakan secara kuat soal proses karantina terhadap PPI sangat penting, lantaran sebagai upaya atau antisipasi mencegah laju pertumbuhan Covid-19 serta masuknya varian baru Covid-19, yakni Omicron di Indonesia. 

Hal ini juga mencegah terjadinya lonjakan kasus aktif virus corona di dalam negeri pasca-perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). 

"Ini penting. Karena saat ini sedang berkembang varian baru Omicron dan dari info Kemenkes sudah ada delapan kasus yang rata-rata datang dari luar negeri. Dari kondisi ini kita pertahankan agar tertangani dengan baik di masa karantina," pintanya. 

Sigit meminta kepada personel TNI-Polri, Satgas Covid-19, petugas bandara dan pihak lainnya yang terlibat, untuk bekerja secara maksimal dan profesional dalam melakukan pemantauan dan pengawasan proses karantina terhadap PPI berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku. 

Ia memastikan, siapapun pihak yang melakukan pelanggaran terkait dengan aturan masa karantina ini, akan diberikan sanksi tegas. Menurut Sigit, semua hal itu dilakukan demi kepentingan keselamatan masyarakat Indonesia dari virus Covid-19. 

"Terhadap pelanggaran yang ada silahkan diproses. Sehingga kita yakin seluruh proses berjalan tanpa ada yang dilanggar. Karena ini untuk kepentingan kesehatan yang lain," ucapnya. 

"Varian baru Omicron berkembang dengan kecepatan lima kali dan bisa bertransmisi pada orang yang pernah divaksin. Ini tentunya menjadi langkah-langkah yang harus kita lakukan dengan baik. Ini membuat masyarakat tak nyaman tapi harus kita lakukan karena keselamatan rakyat sebagai hukum tertinggi," jelasnya menambahkan. 

Dalam kesempatan itu, Sigit beserta rombongan juga menyempatkan memantau penegakan prokes di bandara dan pelabuhan lainnya secara virtual. 

Selain Bandara Soetta, adapula Bandara Sam Ratulangi, Pelabuhan Batam, Pelabuhan Tanjung Pinang, Pelabuhan Nunukan, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, dam PLBN Entikong. 

Dalam pengarahannya, Sigit meminta kepada pihak bandara maupun pelabuhan untuk menyiapkan strategi dan solusi untuk menghindari terjadinya kontak erat antar sesama pelaku perjalanan internasional ketika melewati proses sebelum memasuki karantina.

"Ini mohon dicarikan solusi utama, terkait dengan masalah waktu tadi sudah bagus ada kemajuan. Namun disisi lain memisahkan antara risiko agar tak terjadi kontak erat. Tolong dipikirkan. Ada beberapa masukan langsung dibawa ke wisma. Di wisma sambil menunggu ada ruang khusus kemudian dipisahkan terkonfirmasi atau tidak," tutur Sigit.

Sigit berharap, dalam hal tersebut harus ada tahapan evaluasi yang rutin dilakukan. Sehingga, tidak ada kontak erat antar masyarakat yang setelah dilakukan pengecekan ternyata ada yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. 

"Ada kecenderungan untuk kontak erat dengan yang lain. Termasuk keluhan adanya antrean yang agak panjang dan kemudian waktunya agak lama yang memang harus dipikirkan. Bisa dipersingkat namun penegakan aturan terkait dengan SOP prokes tetap terlaksana dengan optimal," tutup Sigit.

1,1 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek

Kurang lebih 1,1 juta kendaraan meninggalkan Jabodetabek terhitung H-8 sampai dengan H-2 Hari Raya Natal 2021. 

Jasa Marga catat ada kenaikan volume lalu lintas selama PPKM Level 1. (Foto: Kolase PMJ News).
Jasa Marga catat ada kenaikan volume lalu lintas selama PPKM Level 1. (Foto: Kolase PMJ News).


Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk Dwimawan Heru menerangkan, angka 1,1 juta adalah angka kumulatif kendaraan yang keluar dari empat gerbang tol utama Jabodetabek yaitu GT Cikupa (arah Merak), GT Ciawi (arah Puncak), GT Cikampek Utama ,dan GT Kalihurip Utama (arah Trans Jawa dan Bandung).

"PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 1.106.018 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek pada H-8 sampai dengan H-2 Hari Raya Natal 2021 yang jatuh pada periode Jumat sampai dengan Kamis (17-23 Desember 2021)," ungkap Dwimawan dalam siaran pers tertulisnya. 

Adapun jumlah kendaraan yang keluar meninggalkan Jabodetabek tersebut meningkat 8,9 persen ketimbang lalu lintas normal periode November 2021. 

Sementara itu, lalu lintas menuju keempat arah. Mayoritas kendaraan, yakni sebanyak 505.337 atau 45,7 persen kendaraan menuju ke arah Timur Trans Jawa dan Bandung. 

Sedangkan 348.887 kendaraan atau sebanyak 31,5 persen menuju arah barat Merak Banten. 

"251.794 kendaraan (22,8 persen) menuju arah Selatan," tutur beber Dwimawan. 

Aturan Baru Masuki Indonesia dari Luar Negeri 

Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri menerbitkan instruksi terbaru terkait perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Luar Jawa-Bali.

Mendagri Tito Karnavian. (Foto ; PMJ/IG Tito Karnavian).
Mendagri Tito Karnavian. (Foto ; PMJ/IG Tito Karnavian).


Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 69 Tahun 2021 berlaku mulai 24 Desember 2021 hingga 3 Januari 2022.

instruksi Mendagri itu mengatur pembatasan pintu masuk perjalanan internasional bagi WNI.

Pintu masuk udara dengan menggunakan penerbangan langsung diatur secara terbatas.

Yaitu, hanya melalui Bandar Udara Soekarno-Hatta di Provinsi Banten, Raja Haji Fisabilillah di Provinsi Kepulauan Riau, dan Sam Ratulangi di Provinsi Sulawesi Utara;

Sedangkan, pintu masuk laut hanya melalui pelabuhan Batam dan Tanjung Pinang di Provinsi Kepulauan Riau dan Nunukan di Provinsi Kalimantan Utara.

Kemudian, pintu masuk darat hanya melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk dan Entikong di Provinsi Kalimantan Barat serta Motaain di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Aturan baru tersebut turut membatasi akses masuk perjalanan penumpang internasional bagi warga negara asing. 

Pintu masuk udara dengan menggunakan penerbangan langsung hanya melalui Bandar Udara Soekarno-Hatta di Provinsi Banten, Raja Haji Fisabilillah di Provinsi Kepulauan Riau, dan Sam Ratulangi di Provinsi Sulawesi Utara;

Selanjutnya, pintu masuk laut di Provinsi Bali dan Provinsi Kepulauan Riau dapat menggunakan kapal pesiar (cruise) atau kapal layar (yacht). 

DPR Minta Kapolri dan Panglima TNI Bersinergi Jaga Nataru

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani meninjau Gereja Katederal, Jakarta, untuk melihat perayaan Misa Natal. Kedatangannya itu didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa.

"Datang ke Gereja Katederal ini untuk memastikan yang pertama perayaan Natal yang akan dirayakan oleh umat Kristiani mulai pada hari ini sampai esok hari. Memang bisa berjalan aman dan lancar sebagaimana mestinya," ujar Puan di Jakarta. 

Ketua DPR bersama Kapolri dan Panglima TNI melakukan peninjauan langsung ke Gereja Katedral, Jakarta Pusat. (Foto: PMJ News/ Yeni).
Ketua DPR bersama Kapolri dan Panglima TNI melakukan peninjauan langsung ke Gereja Katedral, Jakarta Pusat. (Foto: PMJ News/ Yeni).

Menurut Puan, umat Nasrani yang menjalankan itu dapat merasa nyaman. Apalagi, kepastian keamanan dan keselamatan ini diberikan langsung oleh Sigit dan Andika, sampai akhir tahun 2021 mendatang.

"Yang kemudian tentu saja saya juga ingin memastikan bahwa pelaksanaan prokes di setiap gereja bisa berjalan sesuai prosedur yang ada," katanya. 

"Sehingga, Covid-19 yang saat ini memang sedang masih ada dan sedang kita jaga penyebarannya," sambungnya. 

"Memang tetap bisa terkendali, namun tidak kemudian mengurangi kehitaman atau kemudian perayaan Natal menjelang tahun baru yang akan datang," urainya melanjutkan. 

Puan pun meminta antara Kapolri dan Panglima TNI tetap saling bersinergi dan menjaga segala sesuatu hal yang berada di lapangan.

"Saya meminta kepada Pak Kapolri dan Pak Panglima, untuk bisa tetap bersinergi menjaga hal-hal di lapangan bisa terkondisi dan terjamin terkait dengan perayaan Natal dan juga menjelang tahun baru," paparnya. 

Tak lupa, kehadiran dirinya di Gereja Katederal untuk memberikan selamat kepada ummat kristiani yang melaksanakan ibadah atau perayaan Natal 2021.

"Selamat Tahun Baru kepada seluruh warga masyarakat Indonesia menjelang tahun baru tahun 2022," ujarnya. 

"Hal ini yang kami lakukan untuk bisa menjaga hal-hal yang tidak diinginkan terjadi dan sesuai dengan tupoksinya. Kapolri dan Panglima akan melakukan semua hal untuk bisa terselenggaranya atau pelaksanaan Natal ini secara khidmat dan aman," pungkasnya. 

BERITA TERKAIT