News

Selasa, 28 Desember 2021 20:05 WIB

Kapolri Apresiasi Langkah Akabri 2001 Bangun 11 Tempat Ibadah

Editor: Hadi Ismanto

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memberikan arahan. (Foto: PMJ News).

PMJ NEWS - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi sinergitas TNI-Polri yang bersatu padu membangun dan merenovasi 11 tempat ibadah. Hal itu membuktikan komitmen dua lembaga dalam hal menjaga keberagaman dan kebebasan beragama di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Kapolri Sigit saat menghadiri acara puncak 20 tahun bakti untuk negeri alumni Akabri 2001 atau Dwipa Arya di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/12/2021).

"Ini menjadi salah satu hal yang perlu kita contoh. Tentunya TNI-Polri selalu berkomitmen menjaga keberagaman di Indonesia," ujar Sigit.

Kapolri Jenderal Listyo  Sigit Prabowo saat memberikan arahan. (Foto: PMJ News).
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memberikan arahan. (Foto: PMJ News).

Pembangunan dan renovasi tempat ibadah itu dilakukan pada tujuh Masjid, satu Musala, satu Pura, satu Gereja dan satu pondok pesantren. Sigit menambahkan, hal itu juga wujud dari TNI-Polri yang berdiri di atas semua golongan.

"Jadi ini bentuk TNI-Polri berdiri untuk melindungi dan di atas semua golongan yang memang harus dijaga dan diamankan," ucapnya.

Menjaga kebebasan beragama, kata Sigit, merupakan amanat ideologi Pancasila dan konstitusi UUD 1945 sebagaimana Pasal 28 dan Pasal 29. Terjaminnya kebebasan beragama juga merupakan bagian dari pengakuan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia.

"Dan ini tentunya wajib bagi kita khususnya TNI-Polri untuk melindungi kebebasan memeluk agama dan ibadah menurut keyakinannya," tuturnya.

Pemerintah bersama TNI dan Polri harus hadir untuk memberikan solusi jika terjadi suatu gangguan. Selain itu, harus menjamin seluruh umat beragama di Indonesia bisa diberikan kesempatan untuk beribadah sesuai dengan kepercayaannya masing-masing.

"Saya ingatkan, Agama apapun yang diakui, wajib kita lindungi. Maka pada saat mereka melaksanakan ibadah, kita TNI-Polri dan Pemerintah wajib memberikan perlindungan. Karena itu bagian dari amanah konstitusi," terangnya.

Sigit juga mengingatkan kepada seluruh jajarannya bahwa salah satu kekuatan bangsa Indonesia adalah mampu melindungi, mempertahankan dan menjamin keberagaman yang ada. Ini juga bisa menjadi modal untuk menuju Indonesia Emas 2045 mendatang.

"Manakala kita mampu menjaga persatuan dan kesatuan, pertumbuhan ekonomi, SDM unggul, semua bisa berjalan apabila stabilitas keamanan persatuan kesatuan bisa kita pertahankan," jelasnya.

Karenanya, Sigit menekankan, kesatuan dan persatuan harus betul-betul dijaga dan dipertahankan karena merupakan tujuan nasional Bangsa Indonesia. Dia menegaskan, jajaran TNI-Polri jangan mudah terpecah belah dalam melindungi kebebasan umat beragama.

"Karena memang negara kita terdiri dari berbagai macam suku, agama bahasa dan etnis. Dan tentunya itu satu kekuatan yang harus kita pertahankan," ungkapnya.

Persatuan dan kesatuan, kata Sigit, sudah dapat dibuktikan dari penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19. Saat ini, laju pertumbuhan virus corona sudah jauh lebih baik. Semua itu berkat sinergitas dan gotong royong dari seluruh elemen masyarakat.

Di masa sulit Pandemi Covid-19 dewasa ini, menurut Sigit, seluruh beban yang berat akan terasa ringan jika Pemerintah, TNI, Polri dan elemen masyarakat bergandengan tangan dan bersatu padu.

"Alhamdulillah, bulan Juli lalu kita hadapi angka Covid-19, yang sangat tinggi. Terjadi situasi gelombang kedua yang akibatnya banyak warga dan keluarga kita masuk rumah sakit. Namun hari ini angka bisa kita kendalikan. Positivity Rate-nya di bawah 1," tukasnya.

BERITA TERKAIT