Fokus

Sabtu, 22 Januari 2022 18:24 WIB

Bahu Membahu Cegah dan Kendalikan Virus Omicron

Editor: Ferro Maulana

Virus omicron. (Foto: Ilustrasi/ Dok Net)

PMJ NEWS -  Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menuturkan, terdapat 87 jemaah umroh yang terinfeksi Covid-19. Dan, 10 di antaranya probable Omicron.

Nadia mengungkapkan, para jemaah umroh tersebut tertular selama perjalanan ketika kembali ke Indonesia. 

“Bisa saja saat kepulangan belum terdeteksi namun dalam perjalanan,” ucap Nadia kepada wartawan. 

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmidzi. (Foto: PMJ News/YouTube Setpres).
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmidzi. (Foto: PMJ News/YouTube Setpres).


Menurut Nadia, kasus Covid-19 yang berasal dari jemaah umroh tersebut ini berstatus orang tanpa gejala (OTG). 

Nadia juga mengumumkan sampai Jumat (21 /1/2022), kasus positif Covid-19 varian Omicron di Indonesia tembus 1.078. 

Lebih jauh, ia mengatakan, 1.078 pasien ini terdiri dari 756 pelaku perjalanan luar negeri (PPLN), 257 kasus transmisi lokal, dan 65 masih dalam penyelidikan epidemiolog. 

Pesan Jokowi untuk Masyarakat 

Menanggapi tingginya kasus omicron, melansir Presiden Joko Widodo memberikan empat pesan bagi masyarakat Indonesia. 

Presiden Joko Widodo. (Foto: Instagram Jokowi).
Presiden Joko Widodo. (Foto: Instagram Jokowi).


Yang pertama, Jokowi meminta agar masyarakat untuk mengurangi mobilitas. 

“Jika Bapak, Ibu, dan saudara-saudara sekalian tidak memiliki keperluan mendesak sebaiknya mengurangi kegiatan di pusat-pusat keramaian," ujarnya. 

"Dan untuk mereka yang bisa bekerja dari rumah (work from home) lakukanlah kerja dari rumah,” sambungnya. 

Kedua, kepala Negara juga meminta masyarakat untuk tidak bepergian ke luar negeri untuk keperluan yang tidak esensial.

“Saya juga meminta untuk tidak bepergian ke luar negeri jika tidak ada urusan yang penting dan mendesak,” tuturnya. 

Ketiga, Jokowi menegaskan, tentang pentingnya vaksinasi dalam menghadapi pandemi, termasuk peningkatan kasus Omicron saat ini. 

Ia pun meminta kepada masyarakat untuk segera mengikuti program vaksinasi yang diberikan gratis oleh pemerintah kepada masyarakat, baik dosis primer maupun dosis lanjutan atau booster.

“Yang belum mendapatkan vaksin segeralah untuk divaksin, yang sudah mendapatkan vaksin (dosis) pertama segera vaksin untuk yang kedua," katanya. 

"Yang sudah dua kali vaksin segera cari vaksin ketiga, vaksin booster. Semuanya gratis karena vaksinasi penting demi keselamatan kita semuanya,” ucapnya. 

Keempat, Jokowi kembali mengimbau semua pihak untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, sebagai salah satu kunci dalam menghadapi pandemi.

“Saya tidak akan pernah bosan untuk terus mengingatkan selalu gunakan masker, menjaga jarak, dan jangan lupa mencuci tangan. Intinya ikuti protokol kesehatan dengan disiplin,” tutupnya. 

Polri Tegaskan Prokes dan Karantina

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengecek langsung penerapan protokol kesehatan (prokes) dan prosedur pelaksanaan karantina bagi para Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kalimantan Barat (Kalbar).

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo di PLBN Entikong Kalbar. (Foto: PMJ News)
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo di PLBN Entikong Kalbar. (Foto: PMJ News)

Dalam tinjauannya bersama Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Sigit menekankan soal penerapan prokes dan karantina yang harus dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (sop) yang telah ditentukan.

“Hari ini saya dengan pak Menkes meninjau langsung wilayah PLBN di Entikong. Karena di Entikong salah satu pintu masuk para PPLN, pekerja migran yang masuk ke wilayah Indonesia. Kita tahu saat ini varian baru Omicron masuk dan kebanyakan memang dari data yang kita punya rata-rata berasal dari PPLN,” kata Sigit usai meninjau langsung PLBN Entikong, Rabu (19/1/2022).

Mantan Kapolda Banten itu menegaskan, semua personel TNI-Polri dan pihak terkait lainnya tidak boleh lengah ataupun abai terkait dengan penerapan prokes dan masa karantina wajib bagi para PPLN. Upaya tersebut, kata Sigit untuk melakukan pencegahan terhadap virus Covid-19 Omicron.

“Karena itu kita ingin memastikan bagaimana proses pemeriksaan terhadap PMI ataupun PPLN yang masuk melalui PLBN Entikong,” ujar mantan Kabareskrim Polri itu.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo di PLBN Entikong Kalbar. (Foto: PMJ News)
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo di PLBN Entikong Kalbar. (Foto: PMJ News)

Demi memastikan pintu wilayah Indonesia aman dari penyebaran Omicron, Sigit melakukan pengecekan langsung pemeriksaan kesehatan para PPLN hingga proses selanjutnya menuju ke lokasi tempat-tempat karantina yang telah disiapkan.

“Mulai dari pintu masuknya, bagaimana pengecekan terhadap protokol kesehatannya dan kemudian setelah itu bagaimana proses karantinanya. Sehingga, kita harus meyakinkan bahwa semuanya itu berjalan dengan baik,” ucap eks Kadiv Propam Polri itu.

Sigit merasa bersyukur, dalam tinjauannya di PLBN Entikong, prosedur protokol kesehatan dan karantina telah berjalan sebagaimana mestinya. Namun, ia tetap mengimbau untuk tetap melakukan pemantauan dan pengawasan ketat kedepannya.

“Saya kira tadi bersama sama dengan pak Menkes sudah memantau dan sepanjang ini semua SOP-nya sudah di laksanakan dengan baik,” tutur Sigit.

Untuk diketahui, Kapolri Jenderal Sigit telah menindaklanjuti arahan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) soal melakukan pengawasan dan penegakan protokol kesehatan ketat terhadap PPLN yang masuk ke wilayah Indonesia.

Komitmen tersebut diwujudkan, dengan meluncurkan Aplikasi Monitoring Karantina Presisi bagi pelaku perjalanan luar negeri. Platform itu merupakan komitmen dari Korps Bhayangkara yang merupakan representasi kehadiran negara untuk melindungi masyarakat dari transmisi penyebaran varian Covid-19, salah satunya adalah Omicron.

Penggunaan Aplikasi Monitoring Karantina Presisi ini akan diperkuat di pintu masuk atau entry point wilayah Indonesia. Diantaranya, Bandara Soetta, Bandara Juanda, Bandara Sam Ratulangi, Pelabuhan Batam, Pelabuhan Tanjung Pinang, Pelabuhan Nunukan, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, PLBN Entikong dan PLBN Motaain.

Tunda Pergi dan Liburan ke Luar Negeri

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengimbau masyarakat agar menunda liburan ke luar negeri untuk mencegah penularan virus Omicron. 

Alasannya, sebagian besar kasus positif Omicron di Tanah Air adalah penularan dari luar negeri.

Anggota Komisi IX DPR Edy Wuryanto menilai imbauan pemerintah agar masyarakat tidak bepergian ke luar negeri sudah tepat. Yaitu sebagai langkah mencegah penularan Omicron. 

"Masyarakat harus paham. Kalau berkunjung karena ingin refreshing, ditunda dulu lah. Refreshing bukan persoalan penting," tutur  Edy Wuryanto kepada pewarta. 

Lebih jauh ia mengatakan, masyarakat dapat liburan tanpa harus ke luar negeri.

"Saya mengimbau kepada masyarakat, tahan dululah ya karena kita paham betul transmisi ini kebanyakan di negara-negara seperti Turki, Amerika, Malaysia, Singapura. Itu negara-negara yang memang tercatat transmisinya tinggi," jelas Edy.

Anggota Komisi IX DPR Edy Wuryanto. (Foto: DPR)
Anggota Komisi IX DPR Edy Wuryanto. (Foto: DPR)

Lanjutnya, masyarakat harus membantu pemerintah berupaya mencegah penularan kasus Covid-19 terutama varian Omicron.

 "Jangan sampai kita menjadi sumber atau orang yang membawa virus Omicron ke Indonesia," urainya menambahkan. 

Adapun kesadaran publik agar tidak bepergian ke luar negeri mesti terus ditingkatkan. Pejabat publik dan figur masyarakat harus menjadi contoh yang baik. 

"Jangan sampai negara sedang fokus menangani Omicron dan seluruh rakyat Indonesia sedang fokus ke situ. Kita tidak memberi contoh yang baik," paparnya. 

Edy menambahkan, anggota DPR tidak akan melakukan kunjungan ke luar negeri jika tidak ada kegiatan yang sangat penting sebagai bagian mencegah penularan Omicron. 

Berikutnya, percepatan vaksinasi Covid-19 juga perlu dilakukan dalam upaya pencegahan penularan Omicron. Bila sudah mendapatkan dosis lengkap, maka harus segera ikut vaksinasi booster sesuai aturan pemerintah.

Jika belum sama sekali, maka harus segera mengikuti vaksinasi dosis pertama dan kedua.

"Orang yang sudah booster itu kan mampu mencegah kondisi berat bahkan kematian jika terpapar," sambungnya. 

"70 persen kasus sebagian besar itu hanya pada tahap ringan sedang. Ini pentingnya vaksinasi," terangnya. 

Di samping protokol kesehatan juga harus tetap ditaati semua masyarakat, testing dan tracing juga harus ditingkatkan. 

Kemudian, distribusi obat-obatan Covid-19 atau penggunaan obat telemedicine harus dipermudah.

"Sehingga pasien-pasien tidak perlu berdatangan ke layanan-layanan kesehatan," tutupnya. 

BERITA TERKAIT