Fokus

Minggu, 23 Januari 2022 13:59 WIB

Pengeroyokan Anggota TNI di Jakut, Pelaku Ditangkap dan Motif Terungkap

Editor: Hadi Ismanto

Lipsus pengeroyokan anggota TNI di Waduk Pluit Jakarta Utara. (Foto: PMJ News/Ilustrasi/Hadi)

PMJ NEWS - Di awal tahun 2022, kasus pengeroyokan marak terjadi di Jakarta. Mulai dari penganiayaan sekelurga di Jakarta Timur, hingga terbaru pengeroyokan terhadap anggota TNI di Jalan Rusun Muara Batu, Penjaringan, Jakarta Utara.

Direktur Krimial Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan pelaku pengeroyokan terhadap anggota TNI AD, Pratu Sahdi (22) diduga berjumlah delapan orang.

"Dikeroyok oleh kurang-lebih delapan orang dari kelompok tersebut, yang mengakibatkan anggota atau prajurit TNI tersebut meninggal dunia," ungkap Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat dalam jumpa pers beberapa waktu lalu.

Tubagus menyebut dari delapan pelaku pengeroyokan anggota TNI, empat orang di antaranya sudah ditangkap. Mereka kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.

"Pada hari Selasa, kita sudah mengamankan empat orang yang kita duga melakukan aksi tersebut," ujarnya.

Pelaku Utama Ditangkap Tanpa Perlawanan

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran. (Foto: PMJ News/Yeni)
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran. (Foto: PMJ News/Yeni)

Salah satu pelaku yang sempat masuk daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus pengeroyokan anggota TNI AD telah berhasil ditangkap. Pelaku bernama Baharudin ditangkap pada Selasa (18/1) malam

"Benar, sudah ditangkap" ujar Kapolda Metro Jaya Pol Irjen Fadil Imran saat dihubungi, Rabu (19/1/2022).

Sementara itu, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana mengatakan pelaku ditangkap tanpa perlawanan saat bersembunyi di Dermaga Kepiting Pelabuhan Muara Baru.

"Betul, sudah diamankan oleh anggota. Selanjutnya dibawa ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya," AKBP Putu Kholis Aryana.

Pelaku Baharudin diketahui berperan penting dalam kasus pengeroyokan terhadap Pratu Sahdi hingga meninggal dunia. Polisi menilai Baharudin sebagai pelaku utama dalam aksi pengeroyokan tersebut.

"Baharudin, ini orangnya dialah yang diduga kuat melakukan aksi penusukan," ucap Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat kepada wartawan.

Motif Pengeroyokan Hanya Salah Paham

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat. (Foto: PMJ News/ Yeni).
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat. (Foto: PMJ News/ Yeni).

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengungkapkan motif aksi pengeroyokan anggota TNI karena kesalahpahaman pelaku dan korban.

"Motifnya diduga ada kesalahpahaman karena anggota prajurit TNI yang jadi korban dengan para pelaku, sebelumnya tidak pernah ada permasalahan," jelas Tubagus Ade.

Tubagus menjelaskan kronologi Pengeroyokan kronologi kejadian penyeroyokan berawal saat ada sekelompok orang datang ke Waduk Pluit untuk mencari seseorang.

"Kejadian di Waduk Pluit, ada sekelompok orang datang ke sana dengan maksud mencari orang (anggota TNI), tapi (korban) kebetulan berada di sana," tuturnya.

"Sehingga motivasinya perselisihan di lokasi kejadian karena antara anggota TNI dengan para pelaku tersebut tidak punya hubungan apa-apa sebelum kejadian," sambungnya.

Sehari Berselang, Satu DPO Pengeroyok Anggota TNI Ditangkap

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat menggelar perkara pengeroyokan anggota TNI. (Foto: PMJ News/Yeni)
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat menggelar perkara pengeroyokan anggota TNI. (Foto: PMJ News/Yeni)

Seorang pelaku yang masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO) di kasus pengeroyokan anggota TNI AD, Pratu Sahdi ditangkap polisi. Pelaku diduga terlibat dalam membantu melakukan pengeroyokan.

"Kemarin yang diamankan ada dua. Satu pelaku utama (Baharudin), satu lagi yang membantu melakukan," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat saat dimintai konfirmasi, Kamis (20/1/2022).

Selain itu, Tubagus juga mengatakan peran dari DPO lain yang belum ditangkap. Menurut dia, satu DPO itu tidak terlibat langsung dalam pengeroyokan, perannya hanya mengantar.

"(Satu pelaku) dia hanya antar saja, tidak terlibat," tuturnya.

Polda Metro Tangkap Seluruh Pelaku Pengeroyokan

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat menggelar perkara pengeroyokan anggota TNI. (Foto: PMJ News/Yeni)
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat menggelar perkara pengeroyokan anggota TNI. (Foto: PMJ News/Yeni)

Polda Metro Jaya mengamankan tiga tersangka yang masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus pengeroyokan anggota TNI, Pratu Sahdi (22). Mereka ditangkap di daerah Penjaringan, Jakarta Utara.

Adapun tiga DPO itu antara lain Baharuddin selaku pelaku utama pengeroyokan, dengan dibantu tersangka bernama Sapri dan Ardi. Hal ini menandakan seluruh tersangka yang terlibat dalam kasus pengeroyokan tersebut.

"Sudah diamankan, semuanya dari wilayah Penjaringan," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat

Tubagus menambahkan, keseluruhan tersangka pengeroyokan hingga saat ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Dia pun mengungkapkan bahawa tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus ini jika ditemukan dua alat bukti yang memungkinkan.

BERITA TERKAIT