News

Senin, 24 Januari 2022 16:20 WIB

Kapolri: Selama 2021 Kasus Terorisme Turun, 370 Tersangka Diamankan

Editor: Hadi Ismanto

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI. (Foto: PMJ News.TV Parlemen)

PMJ NEWS - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut aksi teror mengalami penurunan sepanjang tahun 2021 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dari pengungkapan ini, polisi menangkap ratusan tersangka terorisme sebelum beraksi.

Pernyataan tersebut disampaikan Kapolri Sigit dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/1/2022).

"Terkait dengan terorisme, jumlah aksi teror sepanjang 2021 mengalami penurunan sebesar 53,8 persen. Penurunan tersebut karena upaya preventive strike yang dilakukan Densus 88 Antiterror Polri, sehingga 370 tersangka terorisme berhasil ditangkap sebelum melakukan aksinya," ungkap Sigit.

Pada kesempatan tersebut, Kapolri juga menjelaskan operasi Polri salah satunya melakukan penindakan terhadap kelompok terorisme Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Alhasil, sejumlah pentolan MIT ditangkap dalam operasi Madago Raya.

"Terhadap kelompok teror MIT di Sulawesi Tengah, Polri melakukan operasi Madago Raya 2021 dan berhasil melakukan penegakan hukum terhadap 7 DPO kelompok MIT yang sudah bertahun tahun dikejar serta 11 orang simpatisan," tuturnya.

Sigit menambahkan saat ini kepolisian masih mengejar tiga DPO yang tersisa. Menurut dia, polisi juga mengamankan barang bukti. Mulai dari 7 pucuk senjata api, 722 amunisi, 43 detonator, dan 7 botol bahan peledak.

"Tentunya Polri akan melanjutkan penegakan hukum terhadap kelompok MIT, saat ini masih tersisa 3 orang DPO, karena 1 orang pada tanggal 4 Januari 2022 telah berhasil dilakukan penegakan hukum yaitu Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang," terangnya.

Di depan anggota DPR, mantan Kabareskrim ini juga memastikan Polri tetap mengedepankan pendekatan humanis untuk menangkal paham terorisme. Seperti melakukan kegiatan keagamaan hingga melibatkan tokoh masyarakat.

"Polri juga mengedepankan upaya soft approach untuk mencegah kembali munculnya paham radikalisme melalui pemanfaatan Dai Kamtibmas Polri, pembangunan pesantren, dan upaya moderasi beragama dengan pelibatan tokoh-tokoh," tukasnya.

BERITA TERKAIT