News

Kamis, 23 Juni 2022 09:07 WIB

Korlantas Polri Ungkap Kunci Sukses Mudik Lebaran 2022

Editor: Hadi Ismanto

Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen Pol Aan Suhanan. (Foto: PMJ News/Korlantas Polri)

PMJ NEWS - Korlantas Polri menilai pelaksanaan mudik Lebaran 2022 berjalan sukses. Pengelolaan manajemen dan koordinasi lintas sektoral dan infrastruktur yang memadai menjadi faktor utama kesuksesan tersebut. Kasus Covid-19 juga dan angka kecelakaan juga menurun.

Direktur Penegak Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri, Brigjen Pol Aan Suhanan sudah memprediksi mudik Lebaran akan ada puluhan juta warga yang pulang kampung. Apalagi saat itu beberapa aturan sudah mulai dikendorkan.

"Dari prediksi itu kami lakukan survei awal atau sebelum bulan puasa. Ditambah survei Kementerian Perhubungan yang menyebut ada 85,3 juta warga yang akan melakukan perjalanan mudik dan 17 juta di antaranya dari Jabodetabek," jelas Aan, Rabu (26/6/2022).

"Ini tentu angka yang luar biasa sehingga kami selalu berkoordinasi dengan stakeholder terutama dari Jabodetabek ke arah timur dan Sumatera," sambungnya

Berbagai upaya dilakukan untuk mengantisipasi terjadi macet parah. Dari situ, pihaknya mulai melakukan simulasi atau rekayasa lalu lintas jika terjadi kemacetan. Persiapan manajemen operasi juga dilakukan bersama stakeholder lainnya.

"Dari hasil prediksi ternyata titik krusialnya ada di jalan tol tepatnya KM 35 sampai KM 62. Karena di situ ada banten link dari 5 jalur ke 4 jalur dan dari 4 jalur ke 3 lajur. Di situ pasti akan terjadi perlambatan," tuturnya.

Kemudian, pihaknya juga melakukan simulasi pada puncak arus di mana ada 180.000 lebih kendaraan yang akan melewati ruas itu tepatnya H-2 atau H-3 Lebaran. Begitu juga pada saat weekend ada 80.000 kendaraan.

Dari kesimpulan itu akhirnya dilakukan beberapa simulasi. Pertama contraflow. Ada namanya volume capacity ratio di angka 0,6. Jika 180.000 kendaraan volume rasionya 1 lebih. Kalau sudah begitu artinya kendaraan sudah stuck alias tidak bisa bergerak.

"Akhirnya kami mengambil keputusan mengambil rekayasa contraflow. Itu pun belum mengurai. Kemudian kami melakukan rekayasa one way dari 4 jalur menjadi 8 jalur dengan menambah kapasitas ruas jalan ke arah timur kita tutup semua," terangnya.

"Penerapan one way ternyata angkanya masih 0,9 dan masih terjadi macet. Akhirnya kita simulasi dengan membatasi kendaraan sumbu tiga ke atas. Ini pun masih di angka 0,8 dan masih macet. Akhirnya diambil kebijakan ganjil genap," imbuhnya.

Setelah disepakati akhirnya bersama stakeholder akan menerapkan beberapa simulasi jika terjadi kemacetan. Pertama contraflow, one way, pembatasan sumbu tiga ke atas dan ganjil genap. Rekayasa itu disepakati dari KM 47 sampai KM 414 Kalikangkung Semarang.

Menarik adalah sosialisasi kepada masyarakat sejak awal bahwa tanggal sekian akan dilakukan ganjil genap, one way, contra flow dan seterusnya. Jamnya juga dikasih tahu termasuk arus balik.

"Di sinilah kekuatan media melakukan sosialisasi dengan harapan masyarakat turut memahami dan mengikuti arahan dari kami sehingga mereka yang akan mengatur sendiri perjalanannya," katanya.

Aan menyebut peran masyarakat saat mudik Lebaran kemarin sangat luar biasa. Mereka tertib mengikuti arahan dari pemerintah. Apalagi ada imbauan dari Presiden Jokowi untuk mudik lebih awal. Itu sangat membantu sekali.

"Awalnya kita prediksi mudik akan terjadi tanggal 26 April, tapi sebaliknya malah lancar. Kita tahu karena kita terus memantau CCTV bagaimana pergerakan masyarakat saat arus dan balik Lebaran," tukasnya.

BERITA TERKAIT