test

Fokus

Minggu, 5 Maret 2023 20:08 WIB

Titik Terang Pengungkapan Kasus Penganiayaan Sadis Anak Pejabat Pajak

Editor: Ferro Maulana

Ilustrasi penganiayaan. (Foto: Dok Net)

PMJ NEWS -  Kondisi terkini David Ozora yang merupakan korban penganiayaan Mario Dandy Satriyo (anak pejabat pajak) belum sadarkan diri. Telah 13 hari sejak peristiwa penganiayaan 20 Februari, David belum sadarkan diri alias koma.

Meskipun kondisi kesehatannya dikabarkan mengalami perkembangan baik, putera pertama Pengurus Pusat GP Ansor, Jonathan Latumahina tersebut masih terbaring tak sadarkan diri. 

Tubuh David masih dipasangi beberapa alat-alat medis untuk membantu proses penyembuhannya. 

Tersangka Mario Dandy Satriyo bersama wanita berinisial AG. (Foto: PMJ News/Istimewa)
Tersangka Mario Dandy Satriyo bersama wanita berinisial AG. (Foto: PMJ News/Istimewa)

Jonathan juga membagikan kondisi terkini David, Minggu 5 Maret 2023, dimana David terlihat bagai orang yang sedang tertidur pulas, nafasnya teratur naik turun perlahan. 

Sementara itu, pihak Rumah Sakit Mayapada Kuningan, Jakarta Selatan menerangkan, bahwa David sudah tidak lagi menggunakan alat bantu pernapasan atau ventilator usai menjalani perawatan selama lima hari.

"Sudah mulai sadar dan sudah bernapas dengan spontan serta tidak lagi menggunakan alat bantu napas lagi," terang Konsultan Perawatan Intensif dr Franz J. V. Pangalila, di Jakarta.

Franz memastikan sebagai tenaga medis belum bisa memberikan keterangan rinci terkait luka pada bagian kepala D lantaran masih dalam perkembangan.

Tersangka kasus penganiayaan, Mario Dandy Satriyo. (Foto: PMJ News)
Tersangka kasus penganiayaan, Mario Dandy Satriyo. (Foto: PMJ News)

Meski begitu, pihak rumah sakit memastikan kondisi D sudah cukup stabil hingga saat ini usai alat bantu pernapasan dilepas sejak tiga hari lalu.

Saksi Ungkap Sadisnya Penganiayaan Mario kepada David

Di tengah penyelidikan kasus penganiayaan yang menimpa anak pengurus pusat GP Ansor, Cristalino David Ozora (17) oleh anak mantan pejabat Pajak, Mario Dandy Satriyo (20), muncul sosok wanita berinisial N.

Perempuan berinisial N merupakan saksi kunci yang melihat pertama kali kondisi David setelah penganiayaan tersebut terjadi.

Kuasa hukum N Muannas Alaidid mengungkapkan, awalnya kliennya, dari atas balkon rumahnya, melihat ada seorang pria yang tergeletak dan satu orang lainnya berdiri dalam posisi tegap.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi beri keterangan. (Foto: Dok PMJ)
Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi beri keterangan. (Foto: Dok PMJ)

Adapun saksi N lalu berteriak “woi” agar mengundang perhatian masyarakat sekitar.

"Saksi N berlari turun dari balkon lantai 2 rumahnya yang ternyata diikuti juga oleh suaminya R menuju lokasi kejadian. Kemudian saksi N kaget ternyata orang yang tergeletak itu adalah teman anaknya yang berkunjung di rumahnya," ungkap Muannas kepada awak media, Minggu (5/3/2023

Penganiayaan kepada David terjadi pada Senin (20/2/2023) malam. Waktu itu David tengah berkunjung ke rumah N. Wanita N dan suaminya berinisial R diketahui merupakan teman dari orang tua David.

Muannas mengungkapkan saat saksi N keluar dari rumahnya menuju lokasi, ia melihat Mario Dandy, Shane, dan perempuan AG. David pun terlihat telah terkapar tidak berdaya.

Muannas menambahkan, kliennya melihat tidak ada raut penyesalan dari ketiga pelaku. Padahal saat itu kondisi David dinilai sudah kritis.

Penganiayaan David Sudah Direncanakan

Ditreskrimum Polda Metro Jaya menyimpulkan, bahwa penganiayaan kepada Cristalino David Ozora oleh Mario Dandy Satriyo sudah direncanakan sebelumnya.

Polres Metro Jakarta Selatan merilis kasus penganiayaan dengan tersangka Mario Dendy Satriyo. (Foto: PMJ News)
Polres Metro Jakarta Selatan merilis kasus penganiayaan dengan tersangka Mario Dendy Satriyo. (Foto: PMJ News)

Sehingga tidak benar jika peristiwa terjadi spontan ketika pertemuan Dandy dengan David.

“Kami melihat di sini bahwa dari bukti digital bahwa ini ada perencanaan sejak awal,” ucap Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi kepada awak media.

Perencanaan terjadi sejak Dandy menghubungi tersangka Shane Lukas Rotua Pangondian Lumbantoruan.

Kemudian, Dandy dan Shane juga sempat bertemu terlebih dahulu sehari sebelum terjadinya penganiayaan.

Selanjutnya, David membagikan lokasi terkini. Lalu datang satu unit Jeep Rubicon warna hitam dengan plat nomor palsu.

Berikutnya, David mendatangi pelaku, hingga terjadi cekcok. Di situ korban dipukul oleh MDS sampai terkapar.

Korban dilaporkan mengalami luka serius di area kepala. Korban pun dilarikan ke Rumah Sakit Medika karena dalam kondisi tak sadarkan diri hingga harus dirawat di ruang ICU.

Pihak orang tua korban selanjutnya melaporkan kasus ini ke Polsek Pesanggrahan.

BERITA TERKAIT