test

News

Senin, 4 September 2023 22:04 WIB

Haru Murid SMK Prapanca, Kapolres Surabaya Kembalikan Operasional Sekolah

Editor: Ferro Maulana

Kapolrestabes Surabaya Kombes. Pol. Pasma Royce. (Foto: PMJ News)

PMJ NEWS -  Perasaan gembira dan haru terlihat dari raut wajah siswa siswi SMK Prapanca. Bahkan, ada yang sampai melakukan sujud syukur atas pembukaan segel sekolah tersebut.

Pelukan terima kasih berdatangan kepada sosok pahlawan bagi mereka, Kapolrestabes Surabaya Kombes. Pol. Pasma Royce. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Lutfi Isa Ansori bahkan mengapresiasi cara Kapolres Surabaya.

SMK Prapanca 2 akhirnya bisa lagi menggelar kegiatan belajar mengajar usai sengketa dengan mantan kepala sekolah dengan Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur (YPWJT) selesai. Sengketa yang berujung penyegelan selama dua tahun itu diselesaikan melalui mediasi oleh Kapolres Surabaya.

"Alhamdulillah hari pada Senin (4/9/23) kita saksikan semuanya bahwa SMK Prapanca 2 sudah mulai bisa proses belajar mengajar lagi hampir 2 tahun konflik di tutup. Setelah dilaksanakan mediasi oleh Kapolrestabes Surabaya bisa berjalan dengan lancar dan damai, semua pihak bisa saling menyadari, sehingga ada sebuah keputusan bersama-sama untuk anak-anak bisa belajar kembali lagi. Mudah-mudahan ini bisa seterusnya untuk bisa tempat belajar anak-anak semuanya" ujar Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, dalam mediasi tersebut melibatkan beberapa elemen untuk menyelesaikan konflik. Terlebih melibatkan pihak kepolisian yang untuk memediasi kedua belah pihak, sehingga berjalan lancar dan bisa terselesaikan dengan baik.

"Semua elemen sudah kita laksanakan mulai dari pemprov, Pemkot kemudian inspektorat dan sebagainya. Karena tentu saja ada hal-hal yang belum bisa selesaikan. Alhamdulillah begitu masuk ke jajaran kepolisian, ini semuanya bisa berjalan baik dan (kedua pihak) saling menyadari. Mudah-mudahan ini menjadi sebuah contoh, sehingga nanti rule yang seperti ini bisa kita buat untuk menyelesaikan konflik-konflik, namun sebelumnya tentu saja kita berusaha menyelesaikan masalah secara internal dahulu, "ungkap Kapolres.

Selama ini dalam menyelesaikan masalah konflik di dunia pendidikan, Kapolres menerangkan, prosedur dalam mediasi konflik dimulai dengan memanggil kedua belah pihak untuk saling bisa menyadari posisi hak dan kewajiban.

"Namun ke semua mediasi itu, tentu saja harus berpegangan pada kepentingan anak-anak untuk belajar" tutupnya.

BERITA TERKAIT