Barbra Streisand Tidak Mengidap Kanker Otak Meski Ada Rumor yang Mengatakan Sebaliknya

19 Maret 2026

Claim:

Pada Maret 2026, penyanyi Barbra Streisand telah didiagnosis mengidap glioblastoma, sebuah bentuk kanker otak yang agresif.

Rating:

Pada Maret 2026, sebuah desas-desus beredar online bahwa penyanyi Barbra Streisand telah didiagnosis mengidap glioblastoma, sebuah bentuk kanker otak yang agresif.

Misalnya, pada tanggal 17 Maret, sebuah pos Facebook berbunyi:

BERITA TERKINI: Ikon musik yang dicintai Barbra Streisand sedang menghadapi pertarungan tersulit dalam hidupnya setelah didiagnosis menderita glioblastoma — salah satu bentuk kanker otak yang paling berbahaya.

Setiap hari adalah perjuangan melawan rasa sakit, kehilangan, dan menurunnya kekuatan. Selama beberapa dekade, suara Streisand telah menginspirasi generasi melalui lagu-lagu abadi, penampilan yang tak terlupakan, dan karier yang membentuk ulang dunia musik dan hiburan di seluruh dunia.

Sekarang, para penggemar di mana pun berkumpul dengan pesan-pesan harapan, rasa terima kasih, dan dukungan untuk artis legendaris yang telah berarti begitu banyak bagi begitu banyak orang.

Postingan tersebut menyertakan sebuah gambar yang menunjukkan Streisand berpose di luar ruangan, dengan banner “BERITA TERKINI” tertumpuk di atasnya dan teks yang mengklaim ia didiagnosis menderita kanker otak stadium IV.

Berbulan-bulan, versi rumor beredar di platform media sosial termasuk Instagram dan Facebook, dan pembaca Snopes menghubungi kami untuk menanyakan apakah klaim itu benar.

Kami pertama-tama menggunakan mesin pencari seperti Bing, DuckDuckGo, Google dan Yahoo untuk menemukan bukti dari sumber tepercaya tentang Streisand yang menderita glioblastoma. Jika kisah itu benar, jurnalis dengan lembaga berita terkemuka, seperti The Associated Press atau Reuters, pasti akan melaporkannya secara luas. Itu tidak terjadi.

Rumor itu fiksi. Itu berasal dari halaman Facebook dan blog yang menggunakan alat kecerdasan buatan untuk membuat kisah-kisah yang menginspirasi atau mengejutkan tentang figur publik. Karena itu, kami menilai klaim ini sebagai palsu.

Gambar dalam postingan di atas mengenai Streisand yang konon menderita kanker otak stadium IV adalah produk perangkat lunak AI generatif. Gambar tersebut menampilkan beberapa tanda bahwa itu dihasilkan AI, termasuk gaya potret yang tidak wajar halus, kulit yang terlalu mulus, dan overlay “berita terkhusus”.

Pembuat konten seperti itu memanfaatkan kesediaan pengguna media sosial untuk percaya dan membagikan kisah yang dibuat-buat, sambil meraih keuntungan dari pendapatan iklan di situs eksternal yang ditautkan ke postingan tersebut. (Snopes sebelumnya telah melaporkan tentang strategi bisnis tersebut.)

Kami menghubungi seorang manajer halaman Facebook Timeless Vocal Legacy untuk menanyakan mengapa ia membuat kisah palsu tentang Streisand yang konon menderita glioblastoma tanpa penafian yang menandai ketidakasliannya. Kami akan memperbarui kisah ini jika kami menerima respons.

Banyak postingan yang menyebarkan rumor palsu tentang Streisand konon menderita glioblastoma mencantumkan tautan di bagian komentar menuju artikel di blog WordPress. Komentar-komentar tersebut menjanjikan rincian lebih lanjut tentang kondisi Streisand yang konon dalam tautan-tautan tersebut. Contohnya, satu postingan mempromosikan kisah penuh iklan ini.

Artikel menampilkan beberapa tanda teks yang dihasilkan AI. Ia mengandalkan bahasa yang samar, penuh emosi, dan menyajikan klaim medis yang berat tanpa mengutip rumah sakit, dokter, juru bicara, anggota keluarga, atau perwakilan. GPTZero, sebuah alat yang bertujuan mendeteksi teks yang dihasilkan AI, menentukan dengan kepastian 100% bahwa teks artikel tersebut dihasilkan AI.

Selain itu, artikel tersebut menggunakan teknik anti-crawling yang melibatkan menggantikan secara visual huruf Latin tertentu dengan karakter yang tampak mirip dari alfabet lain. Misalnya, huruf Cyrillic “п” muncul menggantikan huruf Latin “n”.

Alat deteksi AI lainnya, termasuk Sightengine dan Hive Moderation, juga menilai gambar dalam postingan tersebut kemungkinan besar dihasilkan AI.

Perlu dicatat di sini: Alat deteksi AI seperti ini tidak selalu akurat. Snopes memperingatkan orang untuk tidak menggunakannya sebagai jawaban pasti mengenai keaslian media tanpa bukti pendukung.

Snopes sebelumnya telah membongkar rumor serupa. Misalnya, pada Maret 2026, kami menelusuri sumber sebuah kisah palsu bahwa Greta Thunberg didiagnosis dengan glioblastoma stadium IV yang menyebar melalui metode serupa.

Siti Aulia Putri

Siti Aulia Putri

Saya adalah jurnalis independen yang fokus pada pemeriksaan fakta, literasi media, dan analisis informasi digital di Indonesia. Saya menulis untuk membantu pembaca memahami berita secara kritis dan membedakan fakta dari konten menyesatkan. Melalui PMJNEWS.com, saya berkomitmen menjaga integritas, transparansi, dan tanggung jawab dalam setiap karya jurnalistik.