Huggies menempatkan desain spiral pada popok bertema “Lion King” untuk mencocokkan simbol yang digunakan para pedofil untuk menunjukkan preferensi mereka secara daring.
Pada awal 2026, sebuah teori konspirasi lama kembali bermunculan secara daring yang menyatakan bahwa Huggies, merek popok sekali pakai, telah menempatkan simbol pada salah satu produknya untuk menunjukkan preferensi para pedofil.
Rumor tersebut telah beredar sejak 2023, sering disertai foto popok bertema “Lion King” yang menampilkan berbagai spiral. Pengguna media sosial berulang kali mengklaim bahwa Huggies sengaja memasukkan spiral-spiral tersebut dan bahwa spiral itu merepresentasikan simbol yang digunakan pedofil secara online untuk menunjukkan preferensi mereka.
Sebagai contoh, seorang pengguna X menulis, “Huggies pikir itu ide bagus untuk menaruh simbol pedofil pada popok bayi. Bajingan sialan.”

(Pengguna X @myhiddenvalue)
Tidak ada bukti yang membuktikan Huggies secara sengaja menempatkan apa yang disebut “simbol pedofil” pada popok. Merek tersebut juga membantah klaim tersebut pada 2023. Penelusuran memang mengungkap contoh-contoh simbol yang digunakan pedofil untuk menunjukkan preferensi seksual mereka dalam sebuah laporan FBI yang diduga bocor dari tahun 2007. Namun, kemiripan simbol-simbol tersebut sepenuhnya kebetulan, karena desain serupa juga telah muncul pada merchandise bertema “Lion King” lainnya. Karena itu, kami menilai klaim ini sebagai palsu.
Snopes telah menghubungi FBI untuk menentukan keaslian simbol online dari 2007 dan keabsahan laporan tersebut. FBI menolak berkomentar.
Rumor ini muncul pada awal 2023, ketika orang-orang membagikan gambar popok bertema “Lion King” dengan beberapa pola spiral yang dilingkari. Beberapa spiral terlihat bulat, sementara yang lain berbentuk segitiga. Ini adalah pola umum pada merchandise yang menampilkan desain dari “The Lion King,” sebuah waralaba media populer milik Disney.
Huggies dan induk perusahaannya, Kimberly-Clark, menanggapi klaim tersebut pada 2023 (terarsip), menulis di akun X resmi merek: “Kimberly-Clark dan Huggies® menempatkan keselamatan dan kesejahteraan anak-anak secara serius. Produk kami dan desainnya tidak sama sekali dimaksudkan untuk mewakili apa pun selain desain yang menyenangkan dan playful.”
Pada 2007, Wikileaks, sebuah organisasi media nirlaba yang dikenal karena mempublikasikan dokumen bocor, berbagi sebuah laporan FBI yang diduga tidak bersifat rahasia berjudul “Simbol dan Logo yang Digunakan Pedofil untuk Mengidentifikasi Preferensi Seksual.” Laporan yang diduga tersebut menjabarkan cara pedofil menggunakan citra tertentu untuk menunjukkan anak mana yang mereka sukai. Laporan tersebut berbunyi, sebagian: “Anggota organisasi pedofilik mendorong penggunaan deskripsi seperti ‘boylove’, ‘girllove’, dan ‘childlove.’ Simbol-simbol ini telah terukir pada cincin dan dibentuk menjadi liontin, dan juga telah ditemukan dicetak pada koin.”
(U) Logo BoyLover (BLogo) adalah segitiga spiral biru kecil yang dikelilingi oleh segitiga yang lebih besar, di mana segitiga kecil mewakili bocah kecil dan segitiga yang lebih besar mewakili seorang pria dewasa. Variasi dari BLogo adalah logo Little Boy Lover (LBLogo), yang juga menggambarkan segitiga spiral kecil di dalam segitiga yang lebih besar; namun sudut-sudut LBLogo dibulatkan agar menyerupai coretan oleh anak kecil. Gambar simbol BLogo dan LBLogo ditampilkan di bawah.

(WikiLeaks)
Setiap kemiripan antara simbol-simbol dalam laporan FBI yang diduga dan popok sepenuhnya kebetulan dan bukan upaya sengaja dari Huggies untuk memberi sinyal kepada pedofil. Desain pada popok juga tidak persis sama dengan simbol-simbol dalam laporan FBI yang diduga. FBI juga belum memverifikasi keaslian laporan ini.
Untuk bacaan lebih lanjut, Snopes telah menutupi berbagai rumor seputar pedofilia, termasuk klaim bahwa label “vaccine for pedophiles” ditulis pada rudal Iran yang digunakan untuk menyerang sebuah pangkalan militer AS.