Tweet asli tahun 2012 kembali muncul setelah Trump mengatakan bahwa setiap orang dewasa di AS akan menerima $5.000 jika GOP memenangkan pemilihan tengah tahun 2026.
Gambar disediakan oleh Anna Moneymaker diakses melalui Getty Images
“);
}
else if(is_tablet()){
slot_number++;
var ad_class_name = “snopes_dt_incontent”;
var advertisement_text = “Advertisment:”;
if(isSponsorNewsletterUser){
ad_class_name += “_sponsorship”;
advertisement_text = “Sponsorship: “+info_icon;
}
document.write(“”);
}
Kotak layar yang dibagikan secara online pada September 2026 secara autentik menunjukkan sebuah tweet tahun 2012 dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang berbunyi, “Jangan biarkan Obama membeli pemilu dengan membagikan uang gratis tidak terbatas kepada negara bagian.”
Pada awal September 2026, orang-orang membagikan potongan layar yang diduga berasal dari era Twitter X yang konon menunjukkan Presiden AS Donald Trump memposting di akun @realDonaldTrump miliknya, “Jangan biarkan Obama membeli pemilu dengan membagikan uang gratis tidak terbatas kepada negara bagian.”
Pengguna membagikan gambar tersebut setelah Trump berjanji memberikan $5.000 kepada setiap orang dewasa di AS jika Partai Republik memenangkan pemilihan tengah tahun 2026. Presiden itu mengumumkan janji tersebut pada konvensi tengah tahun GOP di Dallas pada 10 September, menyebut pembayaran itu sebagai “dividen Trump.”
Potongan layar dari tweet yang diduga tersebut menyebar di Bluesky, Facebook, Instagram, LinkedIn, X dan platform lainnya.

(Thomas Mohr diakses melalui Bluesky)
Beberapa pengguna menarik perbandingan langsung antara dugaan pernyataan Trump pada 2012 dan kabar janji $5.000 tersebut. Yang lain menyebut ‘dividen’ itu sebagai suap dan sosialis.

(@mandyarthur diakses melalui X)
Secara ringkas, pos Trump 2012 itu nyata. Ia men-tweet (diarsipkan) pada 30 Oktober tahun tersebut, satu minggu sebelum pemilihan 6 November.
Jangan biarkan Obama membeli pemilu dengan membagikan uang gratis tidak terbatas kepada negara bagian.
— Donald J. Trump (@realDonaldTrump) 30 Oktober 2012
Snopes mengirim email ke Gedung Putih untuk meminta tanggapan terhadap perbandingan antara posting 2012 dan “dividen Trump.” Kami akan memperbarui artikel ini jika kami menerima informasi lebih lanjut.
Pemilihan 2012 berakhir dengan mantan Presiden Barack Obama memenangkan masa jabatan kedua. Partai Demokrat meraih dua kursi tambahan untuk mempertahankan mayoritas di Senat. Partai Republik kehilangan delapan kursi di DPR tetapi tetap menguasai majelis tersebut.
Untuk bacaan lebih lanjut, kami sebelumnya menerbitkan kumpulan 24 hal yang sebenarnya diposting Trump di Truth Social, termasuk, misalnya, sebuah posting Hari Paskah yang mengancam Iran untuk membuka Selat Hormuz atau ‘tinggal di neraka’, serta sebuah pesan Hari Peringatan yang menyinggung ‘kotoran’ yang telah bertahun-tahun ‘berusaha menghancurkan negara kita.’