Senat Loloskan RUU yang Melarang Perlakuan TSA Khusus bagi Anggota Legislatif: Berikut Isinya

25 Maret 2026

Klaim:

Pada 19 Maret 2026, Senat AS menyetujui sebuah RUU yang akan melarang anggota Kongres mendapatkan perlakuan istimewa selama pemeriksaan keamanan bandara.

Peringkat:

Konteks

Klaim ini benar, tetapi pada saat penulisan ini RUU tersebut masih perlu melewati DPR sebelum ditandatangani oleh presiden dan menjadi hukum.

Klaim bahwa Senat AS telah menyetujui sebuah RUU yang bertujuan melarang anggota Kongres menerima perlakuan istimewa selama pemeriksaan keamanan bandara beredar secara daring pada pertengahan Maret 2026. 

Pengguna di X (diarsipkandiarsipkan) membagikan berita tersebut bersamaan dengan video antrean panjang di bandara. Satu unggahan mengatakan (diarsipkan), “TIDAK ADA LEBIH LAGI jalur bypass khusus, TERUTAMA ketika Demokrat di Senat tidak bisa mempertahankan DHS tetap terbuka dan TSA dibayar!”

Klaim itu benar. 

Senat menyatakan persetujuan untuk meloloskan RUU tersebut pada 19 Maret 2026, meskipun RUU itu masih harus melewati DPR sebelum ditandatangani oleh Presiden Donald Trump dan menjadi hukum, hal yang belum terjadi pada saat penulisan ini. 

RUU yang diusulkan dimaksudkan “untuk melarang pemeriksaan istimewa bagi Anggota Kongres di bandara, dan untuk tujuan lainnya,” menurut deskripsi resminya. 

RUU tersebut diperkenalkan di tengah laporan waktu tunggu yang lama di pemeriksaan keamanan bandara, terutama disebabkan kekurangan staf akibat berhentinya pendanaan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) yang dimulai pada pertengahan Februari 2026. Sponsornya adalah Senator John Cornyn, Republik-Texas, yang memposting di X (diarsipkan), “Sangat hipokrit bagi Demokrat untuk terus menolak membiayai TSA dan fungsi Departemen Keamanan Dalam Negeri lainnya, sementara mereka mendapatkan perlakuan cepat di bandara tidak seperti konstituen mereka.” 

RUU tersebut tampak sebagai upaya untuk mendesak para anggota DPR Partai Demokrat agar menghentikan laps pendanaan DHS, departemen yang mengawasi TSA, dengan cara membuat mereka tidak nyaman saat bepergian.

Bahasa dari RUU tersebut menyatakan bahwa “tak ada dana yang dialokasikan atau tersedia untuk Administrasi Keamanan Transportasi yang akan digunakan untuk menyediakan atau memfasilitasi pemberian akses cepat atau istimewa kepada Anggota Kongres untuk melalui pemeriksaan keamanan,” yang akan mencakup program pelancong tepercaya seperti TSA PreCheck. 

Dikabarkan lebih dari separuh karyawan TSA di Bandara William P. Hobby Houston tidak masuk kerja karena kekurangan pembayaran. Pencarian terhadap waktu tunggu TSA di Bandara Internasional George Bush menunjukkan antrean hingga 150 menit.

Siti Aulia Putri

Siti Aulia Putri

Saya adalah jurnalis independen yang fokus pada pemeriksaan fakta, literasi media, dan analisis informasi digital di Indonesia. Saya menulis untuk membantu pembaca memahami berita secara kritis dan membedakan fakta dari konten menyesatkan. Melalui PMJNEWS.com, saya berkomitmen menjaga integritas, transparansi, dan tanggung jawab dalam setiap karya jurnalistik.