Paus Leo XIV memberikan Duta Besar Iran Mohammad Hossein Mokhtari dengan penghormatan diplomatik tertinggi Vatikan pada Mei 2026.
Mohammad Hossein Mokhtari menerima Ordo Pius, salah satu penghormatan diplomatik tertinggi Vatikan, pada 12 Mei 2026.
Paus Leo XIV — kepala negara Vatikan — tidak hadir secara pribadi pada upacara tersebut tetapi menganugerahkan ordo tersebut melalui asistennya, Uskup Paus Paolo Rudelli.
Pada Mei 2026, sebuah klaim (arsip) beredar secara daring bahwa Paus Leo XIV memberikan kepada Duta Besar Iran untuk Vatikan, Mohammad Hossein Mokhtari, penghormatan diplomatik tertinggi Vatikan.
Salah satu pengguna X yang membagikan klaim tersebut menulis:
BARU:🇮🇷🇻🇦Paus Leo XIV memberikan kepada duta besar Iran untuk Vatikan, Ayatollah Hossein Mokhtari, penghormatan diplomatik tertinggi Vatikan, ‘Ordo Pius’
Medali tersebut diberikan karena kontribusi luar biasa Iran terhadap perdamaian dan kerja sama antargama antara umat Kristen dan Muslim.
Klaim itu juga menyebar di Facebook (arsip), Instagram (arsip) dan Threads (arsip). Pembaca Snopes juga menghubungi kami untuk menanyakan tentang penghormatan yang diduga tersebut.
Klaim tersebut sebagian besar benar. Mokhtari, yang menjabat sebagai duta besar Iran untuk Tahta Suci, memang menerima Ordo Pius, sebuah ordo yang didirikan oleh Paus Pius IX dan dianugerahkan oleh Paus, pada 12 Mei.
Ordo Pius (juga dikenal sebagai Ordo Piano) adalah sebuah ordo kepausan yang dilaporkan oleh outlet berita yang dikelola negara, Vatican News, sebagai salah satu penghargaan tertinggi Paus untuk layanan diplomatik. Vatican News melaporkan bahwa 13 duta besar yang telah menyelesaikan setidaknya dua tahun layanan kepada Tahta Suci menerima ordo tersebut pada 12 Mei.
Mokhtari telah menjabat sebagai duta besar Iran untuk Vatikan sejak Desember 2023 dan dapat terlihat berdiri kedua dari kiri dalam sebuah foto yang diterbitkan oleh Vatican News.
Meskipun media berita Iran membagikan kabar tersebut bersamaan dengan foto Mokhtari dan Paus Leo XIV, foto-foto Vatikan dari acara tersebut tidak menunjukkan bahwa Leo hadir pada upacara itu. Sebaliknya, Leo menyerahkan ordo tersebut melalui Uskup Paolo Rudelli, yang dalam foto Vatikan terlihat menyerahkan ordonya kepada Mokhtari. (Leo mengangkat Rudelli sebagai pengganti urusan umum di Sekretariat Negara, yang dipandang sekitar sebagai kepala staf.)
Snopes menghubungi kantor pers Holy See untuk meminta konfirmasi keaslian sertifikat yang beredar dalam pemberitaan tentang Ordo Mokhtari dan menunggu balasan.
Waspadai gambar AI atau gambar usang Mokhtari dan Leo
Situs berita Iran membagikan kabar mengenai Ordo Mokhtari bersamaan dengan dugaan gambar palsu atau usang Mokhtari dan Leo.
Salah satu gambar tersebut (arsip), yang tampak menunjukkan Mokhtari dan Leo berjabat tangan di Aula Audiensi Paolo VI, tempat Paus mengadakan audiensi publik dan memberikan pidato, tampaknya telah dibuat oleh kecerdasan buatan.
Seseorang yang memegang ponsel yang berdiri tepat di belakang Mokhtari tampak memiliki dua tangan berwarna berbeda dan kehilangan jari kelima di tangan kanan. Tangan Mokhtari yang dipegang Leo tampak kurang memiliki engsel atau pemisahan antara jari-jarinya. Tangan yang digambar dengan buruk adalah ciri khas penggunaan AI dalam foto.

(IRNA, diakses melalui Facebook, diilustrasikan oleh Snopes)
IRNA News Agency, agen berita negara Iran, membagikan gambar yang diduga dihasilkan AI dari Mokhtari dan Leo bersamaan dengan kabar tentang Ordo Pius Mokhtari.
Gambar lain yang beredar secara daring pada Mei 2026 juga menunjukkan Mokhtari dan Leo berjabat tangan. IRNA sebelumnya melaporkan (arsip) bahwa gambar tersebut menunjukkan Mokhtari dan Leo pada sebuah acara untuk duta besar yang diakreditasi di Tahta Suci pada 17 Mei 2025. Gambar tersebut bisa otentik, karena sebuah foto dari agen foto tepercaya Getty Images menunjukkan Mokhtari hadir pada acara tersebut pada tanggal tersebut (kedua dari kiri pada baris kelima belakang). Foto tersebut tidak menunjukkan Mokhtari dan Leo pada Mei 2026.
Mokhtari di antara banyak duta besar yang menerima Ordo
Menurut sebuah dokumen tentang gelar ksatria di Tahta Suci yang diterbitkan oleh Departemen Protokol kepresidenan Italia, Paus Pius IX mendirikan Ordo Pius pada tahun 1847. Ordo tersebut pada awalnya membentuk sebuah kolegium ksatria yang mematuhi perintah Tahta Suci (Halaman 15).
Ordo tersebut memberikan penerimanya bangsawan yang bisa diwariskan melalui generasi kelak atau yang dianugerahkan pada satu orang saja, tergantung pada kelas ordonya. Karena Tahta Suci membatalkan gelar bangsawan pada tahun 1939, penerima Ordo Pius hanya menerima insignia.
Paus Pius XII kemudian menambahkan satu kelas pada ordo tersebut. Saat ini ada empat kelas Ordo Pius.
Sesuai ilustrasi dalam dokumen Departemen Protokol (Halaman 18) dan sebuah foto insignia Mokhtari, duta besar Iran tersebut menjadi Knight of the Grand Cross dari Ordo Pius pada 12 Mei 2026, kelas kedua tertinggi dari ordo tersebut.
Singkatnya, meskipun Mokhtari memang menerima Ordo Pius pada Mei 2026, tidak ada bukti bahwa Leo secara pribadi memberikannya atau hadir pada upacara tersebut. Juga tidak ada bukti bahwa ordo tersebut melambangkan apa pun selain pengakuan atas layanan Mokhtari dan 12 diplomat lainnya terhadap pemerintahan Tahta Suci.
Penerima lain Ordo Pius termasuk Callista Gingrich, yang ditunjuk oleh Presiden AS Donald Trump sebagai duta besar AS untuk Tahta Suci selama masa jabatan pertamanya. Duta besar Trump saat ini untuk Tahta Suci, Brain Burch, belum menjalani dua tahun masa jabatan dan oleh karena itu belum memenuhi syarat untuk Ordo Pius.