Video 2024 yang autentik menunjukkan Alex Pretti menghormati veteran yang baru saja meninggal

7 Februari 2026

Klaim:

Sebuah video secara otentik menunjukkan perawat unit perawatan intensif Alex Pretti membaca salam terakhirnya di sebuah rumah sakit untuk seorang veteran yang baru saja meninggal.

Penilaian:

Konteks

Kami menghubungi Mac Randolph, putra veteran yang dimaksud oleh Alex Pretti yang sedang membaca salam terakhirnya, untuk memperoleh rekaman asli. Randolph memberikan wawancara kepada stasiun berita Minneapolis dan CNN yang mengonfirmasi bahwa Pretti adalah perawat ayahnya dan orang yang membaca dalam video tersebut.

Beberapa hari setelah agen imigrasi federal menembak mati Alex Pretti yang berusia 37 tahun di Minneapolis pada Januari 2026, pengguna internet membagikan sebuah video yang diduga menunjukkan Pretti menghormati seorang veteran yang baru saja meninggal di rumah sakit dengan membaca salam terakhirnya.

Video tersebut (terarsipkan) memperlihatkan seorang pria yang mirip dengan Pretti membaca sebuah pernyataan untuk menghormati seorang pria yang merupakan pasien di unit perawatan intensif rumah sakit. Ia kemudian meletakkan plakat yang ia bacakan dari di atas ranjang gawat darurat rumah sakit sebelum didorong menyingkir. Orang itu berkata:

Hari ini kita ingat bahwa kebebasan tidak gratis. Kita harus bekerja untuk itu, merawatnya, melindunginya, dan bahkan berkorban untuk itu. Semoga kita tidak pernah melupakan dan selalu mengingat saudara-saudara kita yang telah bertugas sehingga kita dapat menikmati anugrah kebebasan. Dalam momen yang khidmat ini, kami memberi mereka kehormatan dan terima kasih kami.

Video di atas secara otentik menunjukkan Pretti membaca salam terakhir untuk menghormati mantan Sersan Angkatan Udara Terrance Lee Randolph, yang meninggal pada Desember 2024. Mac Randolph, anak dari veteran tersebut, mem-posting versi rekaman yang lebih panjang di Facebook yang mencakup Pretti membaca nama ayahnya dan tanggal lahir serta kematiannya. Snopes menghubungi Randolph untuk memperoleh rekaman asli guna mengonfirmasi klaim secara independen dan akan memperbarui posting ini sesuai kebutuhan.

Namun, mengingat Randolph telah mengonfirmasi ke beberapa media dan di media sosial bahwa ia merekam rekaman tersebut, serta media terkemuka seperti The Associated Press telah memverifikasinya, kami menilai klaim ini sebagai benar.

Randolph mengunggah video (terarsipkan) ke Facebook pada 24 Januari 2026, hari ketika agen federal menembak mati Pretti. Keterangan dalam unggahan tersebut berbunyi:

RIP Alex Pretti, dia adalah perawat ICU ayahku, dia membaca salam terakhir ayahku di VA setelah ia meninggal. Aku tidak pernah ingin membagikan video ini tetapi pidatonya sangat tepat. Juga kata-kata terakhir ayahku kepadaku adalah teruslah bertarung melawan perjuangan yang baik. Ia akan dihormati dalam pengorbanan Alex, dan malu terhadap pemerintahan saat ini. Dalam kata-kata ayahku aku mendorong kalian semua untuk terus “memerangi perjuangan yang baik”

Penampilan perawat dalam video itu cocok dengan foto-foto Pretti yang tersedia, dan sebuah tanda yang menggantung dari langit-langit menunjukkan video tersebut diambil di unit ICU. Seperti yang telah kami laporkan sebelumnya, Pretti bekerja sebagai perawat ICU di Pusat Medis Veteran Minneapolis.

Serikat yang mewakili perawat VA, American Federation of Government Employees (AFGE), merilis pernyataan tentang Pretti setelah kematiannya:

Hari ini, Alex Jeffrey Pretti, anggota AFGE Lokal 3669 dan perawat di Pusat Medis Veteran Minneapolis yang mendedikasikan hidupnya untuk melayani veteran Amerika, telah dibunuh selama protes di Minneapolis yang terkait dengan tindakan imigrasi pemerintah. Serikat kami sangat berduka. Seorang anggota AFGE telah meninggal. Dan kehidupan sebuah keluarga telah berubah selamanya.

Walau rincian insiden masih terus berkembang, satu hal yang sudah jelas: tragedi ini tidak terjadi dalam kekosongan. Ini adalah akibat langsung dari pemerintahan yang telah memilih kebijakan yang sembrono, retorika yang memicu, dan krisis buatan dibandingkan dengan kepemimpinan yang bertanggung jawab dan de-eskalasi.

Randolph juga berbicara dengan afiliasi CBS Minneapolis WCCO dan CNN mengenai Pretti dan ayahnya. Ia memberi tahu WCCO bahwa ayahnya menderita kanker paru-paru: “Ia tidak ingin melanjutkan rute perawatan; ia ingin melakukan perawatan paliatif. Inilah saat Alex benar-benar menjadi seseorang yang sangat diandalkan keluargaku dan menjawab banyak pertanyaan pada masa yang sangat sulit.”

Ia menambahkan bahwa Pretti membawa “rasa tenang” bagi keluarga. Randolph mengatakan dia memposting video itu sebagai keputusan seketika: “Saya tidak bisa tetap diam, saya harus membantu dengan cara apa pun yang bisa saya lakukan. Saya cukup beruntung memiliki sedikit bukti untuk menerangi dia dan saya berharap orang-orang melihatnya.”

Randolph mengatakan kepada Anderson Cooper dari CNN bahwa Pretti telah dibunuh tepat satu tahun setelah upacara pemakaman ayahnya. Ia berkata ia memposting video itu untuk “maju lebih dulu” dalam narasi di mana Pretti diberi label sebagai “teroris domestik” oleh pemerintahan Trump:

Snopes telah membahas banyak rumor tentang Pretti, termasuk foto yang dimanipulasi AI dirinya, serta klaim palsu bahwa ia telah dipecat dari pekerjaan perawatannya karena tuduhan pelanggaran etika.

Siti Aulia Putri

Siti Aulia Putri

Saya adalah jurnalis independen yang fokus pada pemeriksaan fakta, literasi media, dan analisis informasi digital di Indonesia. Saya menulis untuk membantu pembaca memahami berita secara kritis dan membedakan fakta dari konten menyesatkan. Melalui PMJNEWS.com, saya berkomitmen menjaga integritas, transparansi, dan tanggung jawab dalam setiap karya jurnalistik.