Waspadai Rekaman Berlabel Salah tentang Kecelakaan Helikopter Brasil

28 Juni 2026

Beberapa klip yang dibagikan di media sosial sebenarnya menunjukkan kecelakaan helikopter pada 2024 di Malaysia atau kecelakaan pada 2023 di Australia.


Gambar disediakan oleh Srdjan Stevanovic, diakses melalui Getty Images

“);
}
else if(is_tablet()){
slot_number++;

var ad_class_name = “snopes_dt_incontent”;
var advertisement_text = “Advertisment:”;

if(is1440NewsletterUser){
ad_class_name += “_sponsorship”;
advertisement_text = “Sponsorship: “+info_icon;
}

document.write(“”);
}

Pada 14 Juni 2026, dua helikopter bertabrakan di atas Rio de Janeiro, Brasil, menewaskan semua orang di dalamnya, termasuk penyanyi pop alternatif asal Amerika, Oliver Tree.

Seiring berita tentang kejadian itu beredar, video-video muncul secara daring yang mengklaim memperlihatkan momen tabrakan di udara. Pembaca Snopes mencari keaslian video-video tersebut di situs ini.

Kami menemukan bahwa meskipun ada rekaman tabrakan yang benar ada, banyak video tersebut menampilkan dua tabrakan di udara lainnya: satu terjadi di Malaysia pada 2024 dan satu lagi di Australia pada 2023.

Karena ada rekaman yang nyata maupun yang diberi label keliru yang beredar secara online, Snopes memutuskan untuk tidak memberi penilaian terhadap klaim ini agar tidak menambah kebingungan.

Cuplikan asli

Untuk menentukan rekaman mana yang asli, Snopes merujuk pada sumber berita tepercaya dalam bahasa Inggris dan Portugis. Misalnya, BBC melaporkan bahwa helikopter saling bertabrakan di lingkungan Recreio dos Bandeirantes, sementara NBC News melaporkan bahwa serpihan helikopter mendarat di sebuah showroom mobil dan memicu kebakaran.

Media Brasil g1 mengunggah video ke X (diarsipkan) yang memuat beberapa wawancara dengan saksi mata dan pemadam kebakaran, yang menggambarkan melihat sebuah helikopter jatuh dan api serta asap yang besar. Video itu juga menampilkan cuplikan pendek dari rekaman kamera keamanan yang menunjukkan dua helikopter saling bertabrakan, serta sudut pandang lain yang menunjukkan satu helikopter jatuh ke tanah. Liputan CNN juga menampilkan salah satu klip tersebut.

Rekaman ini nyata — dibagikan oleh sumber berita yang sah, dan Snopes berhasil menentukan lokasi dua dari tiga klip di lingkungan Recreio dos Bandeirantes, Rio de Janeiro.

Kami menelusuri lokasi klip yang muncul kedua dalam video g1 ke persimpangan Estrada Verdiador Alceu de Carvalho dan Avenida das Americas dengan membandingkannya dengan versi rekaman yang tidak diperbesar (diarsipkan). Dari sana, kami mencocokkan bangunan, jembatan layang, dan tangga untuk mengonfirmasi persimpangan yang tepat.

Untuk menelusuri lokasi klip lainnya, sudut ketiga helikopter yang jatuh ke tanah seperti terlihat dalam video g1, kami menelusuri Avenida das Americas menggunakan Google Street View hingga kami menemukan gereja khas yang terlihat dalam rekaman itu, yang berada di persimpangan Rua Beth Lago dan Avenida das Americas.

Kami tidak dapat menentukan lokasi klip pertama.

Cuplikan yang diberi label keliru

Sementara itu, banyak pengguna media sosial membagikan dua klip yang jelas menunjukkan dua helikopter bertabrakan.

Dalam salah satu klip tersebut, helikopter tampak berada di atas stadion atau elemen penerangan besar lainnya. Pengguna menyarankan rekaman itu berasal dari kecelakaan helikopter pada 2024 di Malaysia, bukan kecelakaan Rio. CNN menayangkan rekaman kecelakaan di Malaysia pada 2024, yang jelas cocok dengan salah satu klip yang beredar secara online. Klip di bawah ini oleh karena itu diberi label keliru:

Klip lain yang sering kami lihat menampilkan tabrakan di udara, beberapa gedung tinggi di latar belakang, dan apa yang tampak seperti bagian belakang sebuah gudang.

Namun, setidaknya satu helikopter dalam video itu memiliki rotor ekor yang tertutup sepenuhnya, sebuah fitur desain unik yang disebut fenestron yang hanya ditemukan pada beberapa model helikopter. Liputan dari g1 memberikan nomor ekor helikopter yang terlibat, dan pencarian terhadap nomor tersebut mengungkap bahwa pesawat yang terlibat adalah Eurocopter AS350 B2 Ecureuil dan Bell 206B Jetranger, keduanya tidak memiliki fenestron. Oleh karena itu, rekaman tersebut tidak menampilkan kecelakaan Rio de Janeiro.

Tiga model helikopter dengan fenestron yang paling umum adalah Eurocopter EC130, EC135, dan EC145. Pencarian tabrakan di udara yang melibatkan model-model tersebut mengungkap kecelakaan pada 2023 di Gold Coast, Australia, antara dua EC130. Membandingkan rekaman kecelakaan itu, yang terjadi di atas perairan dekat taman hiburan SeaWorld, dengan cakupan Google Street View dari area tersebut mengonfirmasi bahwa rekaman itu cocok dengan rekaman yang dibagikan secara online pada 2026. Cuplikan di bawah ini juga diberi label keliru:

Siti Aulia Putri

Siti Aulia Putri

Saya adalah jurnalis independen yang fokus pada pemeriksaan fakta, literasi media, dan analisis informasi digital di Indonesia. Saya menulis untuk membantu pembaca memahami berita secara kritis dan membedakan fakta dari konten menyesatkan. Melalui PMJNEWS.com, saya berkomitmen menjaga integritas, transparansi, dan tanggung jawab dalam setiap karya jurnalistik.